Ini Inovasi Tim Dentsu yang Menang di Young Spikes Indonesia

Nurcholis Maarif - detikNews
Senin, 23 Sep 2019 14:38 WIB
Foto: Nurcholis Maarif/detikcom
Jakarta - Lewat ide #JajaninAnakSD dan #SekolahAmanExpress, dua tim dari Dentsu Aegis Network (DAN) Indonesia meraih gold winner pada ajang Young Spikes Indonesia 2019. Selanjutnya dua tim yang masing-masing terdiri dari dua orang ini akan mewakili Indonesia di ajang kreatif periklanan Young Spikes Asia yang akan digelar di Singapura.

Tim pertama terdiri dari Juan Ferdinand dan Margaretha Regine Anjanette dari Dentsu X Indonesia yang menjadi pemenang dalam kategori digital. Sedangkan tim kedua terdiri dari Firtiza Octalia Eddy dan Emely Florentyna dari Isobar Indonesia yang menjadi pemenang dalam kategori integrated.


"Ide #JajaninAnakSD didasari oleh tren sekarang para pencinta makanan yang suka pesan makan lewat GrabFood atau GoFood. Kita memanfaatkan kebiasaan itu untuk meningkatkan awareness mereka berdonasi untuk membantu pembangunan sekolah," ucap Juan di Menara Sentraya, Jakarta, Senin (23/9/2019).

Juan mengatakan ide ini didasari brief dari panitia, yaitu meningkatkan awareness publik untuk berdonasi guna pembangunan sekolah. Adapun brief ini juga ditetapkan panita Young Spikes Indonesia yang bekerja sama dengan LSM Yappika-ActionAid yang mempunyai program kampanye #SekolahAman.

Menurut Juan, meski melalui jasa online food, hal yang dijual nantinya bukan makanan, tetapi material bangungan yang dihargai Rp 1000 per barang. Setiap transaksi yang dilakukan digunakan untuk membangun sekolah-sekolah yang membutuhkan.

"Dengan eksekusi yang unik, kampanye sosial ini diharapkan mampu menciptakan animo di kalangan foodies. Juga dapat meningkatkan donasi karea ketika hal ini menjadi tren di tengah masyarakat, nantinya isu ini mampu menarik perhatian pemerintah," ucapnya.


Adapun, Firtiza mengatakan ide #SekolahAmanExpress merupakan sebuah cara donasi yang mudah tanpa mengusik waktu berharga calon donator. Ia mengatakan memanfaatkan jasa pelayanan kurir untuk layanan cepat orang yang membeli barang lewat online atau e-commerce dengan menambahkan Rp 5.000. Uang tambahan ini menjadi donasi untuk #SekolahAman.

"Mungkin sekarang ada platform yang memang mempermudah donasi, tetapi kita masuk di bagian kebiasaan yang lagi tren. Jadi masyarakat yang tadinya ga niat donasi pun bisa difasilitasi untuk donasi melalui kebiasaan mereka, khususnya di shopping," ucapnya. (ega/ega)