"Jarak pandang tertinggi yang tercatat di Bandara SMB II Palembang pada 22 September adalah 8 kilometer dan terendah pagi hari tanggal 23 September berkisar 300 sampai 1.000 meter," ujar Kasi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Bambang Benny Setiadji di BMKG Stasiun SMB II Palembang, Senin (23/9/2019).
Dia turut menyebutkan bila kondisi itu terdampak pada lalu lintas penerbangan. "Keadaan cuaca asap berdampak 21 penerbangan yang mengalami delay," imbuhnya.
Berkaitan dengan itu, General Manager (GM) PT Angkasa Pura II Bandara SMB II Palembang, Fahroji, mengaku masih mengumpulkan data terkait lalu lintas penerbangan yang terdampak kabut asap. Informasi lebih detail disebut Fahroji akan disampaikan.
"Masih kami update data terus. Sebentar lagi kita sampaikan," ucap Fahroji.
Kembali pada keterangan prakirawan BMKG di atas, intensitas asap diperkirakan meningkat pada sore hingga pagi harinya antara pukul 16.00 WIB sampai 07.00 WIB. Selain itu dia menyebutkan pada 2-3 hari ke depan ada potensi hujan yang bisa sedikit membantu memperbaiki kondisi itu.
Kabut Asap Sebabkan Penerbangan ke Natuna Terganggu:
(ras/dhn)











































