Kunjungan Kerja, Mendag Tak Lupa Beli Oleh-oleh Anak
Sabtu, 29 Okt 2005 18:03 WIB
Jakarta - Rasa sayang seorang ibu kepada putranya membuat Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu tanpa sungkan berbelanja di Pasar Tanah Abang. Dia membelikan buah tangan untuk anaknya yang berusia 12 tahun di sela kunjungan kerjanya ke pasar tekstil terbesar di Indonesia itu.Ketika meninjau kios-kios di sepanjang Blok A Tanah Abang, Sabtu (29/10/2005) tiba-tiba langkah kakinya terhenti di kios kaos remaja. Dan menawar setumpuk kaos. Rombongan wartawan yang mengikuti di belakang Mari pun terheran-heran.Saat ditanya wartawan untuk siapa kaos yang dibelinya, sambil tersenyum Mari mengaku, semua barang yang dibelinya tersebut untuk putranya tercinta."Sayang anak, ini kaos lokal lho, saya beli kalau produksi dalam negeri," promosi Mari.Di kios ini, Mari membeli 5 potong kaos seharga Rp 50 ribu. "Saya dikasih diskon," tandas Mari saat meninggalkan kios tersebut. Harga asli kaos itu sebetulnya Rp 15 ribu per potong.Tidak berhenti di situ saja, saat melangkahkan kaki ke kios berikutnya, Mari kembali menawar celana pendek dan panjang yang dijual di toko tersebut."Kayaknya cocok buat anak saya," ujar Mari. Di kios ini Mari membeli 3 potong celana panjang dan 2 potong celana pendek. Total uang yang harus dikeluarkan Mari di kios ini Rp 177.500 Kali ini, Mari kembali mendapat perlakuan istimewa. Ia mendapat diskon dari Heni, pemilik kios tersebut. "Untuk menteri saya korting deh, harga asli sih 185 ribu," selorohnya.Ketika rombongan selesai berkeliling dan ke luar dari Blok A, pandangan Mari kembali tertumbu pada kaos yang dipajang di salah satu kios, sehingga rombongan kembali terhenti. "Itu bagus ya, bahannya nyaman," tunjuk Mari.Akhirnya di kios ini Mari membeli 3 potong kaos yang bertuliskan nama sebuah grup band asing dengan harga Rp 27 ribu per potong.Salah satu wartawan ikut dalam rombongan sempat nyeletuk, "Wah pasti anak Ibu, ABG ya. Sampai Ibu kenal Linkin Park." Diceletukin kata-kata itu, Mari hanya tersenyum simpul. Setelah puas berkeliling, Mari yang kelihatan lelah akhirnya memutuskan mengakhiri 'petualangannya'. Ia memutuskan pulang. "Saya ke sini langsung dari Bandung, kemarin sidak pasar," tandasnya.
(umi/)











































