Insiden Poso Disulut Pihak Ketiga, Tidak Bermotif Agama
Sabtu, 29 Okt 2005 17:23 WIB
Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin yakin kasus pemenggalan kepala tiga orang siswi di Poso tidak bermotif keagamaan. Sebab pasca penandatanganan penjanjian Malino, situasi Poso beberapa tahun terakhir sangat kondusif."Memang masih ada potensi konflik. Tapi lebih terkait pada masalah social, politik dan ekonomi, meski nuansanya keagamaan," ujarnya di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (29/10/2005).Faktor agama hanya dijadikan pembenaran belaka oleh pelakunya atas aksi kekerasan yang ia lakukan. Karena memang isu keagamaanlah yang paling mudah disulut di daerah yang pernah dilanda konflik komunal seperti Poso dan Ambon. Merujuk pada telah membaiknya hubungan dua komunitas yang pernah terlibat konflik, menurut Din, tindak kekerasan yang terjadi Sabtu pagi tadi merupakan ulah dari pihak ketiga, yaitu pihak yang tidak menginginkan Indonesia stabil demi kepentingan politik dan ekonomi."Saya tidak tahu persis siapa mereka. Saya bukan intel. Bisa dari dalam negeri, bisa luar negeri atau kolaborasi yang ingin mempermanenkan konflik di Indonesia," imbuhnya.Din sungguh berharap agar umat Islam dan Kristiani di di Tanah Air tidak terpancing provokasi konflik yang masih berkembang. Khususnya bagi warga Poso dan Sulawesi Tengah yang kini dilanda ketegangan akibat isu serangan balasan. "Tenang, tapi juga tetap waspada terhadap kemungkinan hasutan pihak tertentu yang ingin mengail di air keruh," tambahnya.
(nrl/)










































