Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan S. Armansyah Lubis menyatakan indeks yang menyatakan kualitas udara masuk level tidak sehat itu berlaku sejak pekan lalu. Mereka merujuk pada laporan yang disampaikan Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumut.
"Kami tidak memiliki alat untuk memantau indeks pencemaran di Medan, yang punya itu Pemprov Sumut. Selama ini menerima informasi dari Sumut. Pekan lalu, kita terima informasi, kualitas udara di Medan tidak sehat. Itu informasi terakhir," kata Armansyah kepada wartawan di Medan, Minggu (22/9/2019).
Terkait dengan kondisi Medan yang hari ini terpapar kabut asap yang lebih pekat dibanding hari-hari sebelumnya, Armansyah menyatakan tidak bisa menyimpulkan apakah kualitas udara di Medan hari ini masih tetap tidak sehat atau meningkat jadi lebih tidak sehat hingga ke level berbahaya. Mereka hanya bisa merujuk pada laporan yang ada.
Baca juga: Kabut Asap di Medan Kian Pekat |
"Kami belum mendapat laporan terbaru, jadi tidak menyatakan apakah lebih tidak sehat atau lainnya," tukasnya.
Kabut asap sudah melanda Medan dalam dua pekan terakhir, tapi terlihat semakin pekat pada hari ini. Jarak pandang di kawasan pusat kota hanya 400-an meter. Dinas Kesehatan Kota Medan sebelumnya sudah mengimbau masyarakat segera ke sarana pelayanan kesehatan bila mengalami kesulitan bernapas dan gangguan kesehatan lainnya.
Pekan Ketiga Kota Mempawah Diselimuti Kabut Asap Pekat:
(rul/gbr)












































