ADVERTISEMENT

KLHK Segel 52 Perusahaan Pembakar Hutan dan Lahan, Paling Banyak di Kalbar

Rolando - detikNews
Sabtu, 21 Sep 2019 11:05 WIB
Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani (kedua dari kanan) (Rolando/detikcom)
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memantau titik hotspot sejak Juli 2019 di Kalimantan dan Sumatera. KLHK menyegel 52 perusahaan terkait kebakaran hutan dan lahan.

"Kami sampaikan kami melihat melalui sistem intelijen yang kami bangun di penegakan hukum ini karena perlu penguatan sistem. Kami melihat ada kenaikan hotspot pada bulan Juli, bulan Maret kami tidak melihat hotspot maka kami kirim surat peringatan kepada perusahaan yang terindikasi adanya hotspot kami memohon meminta kepada mereka untuk menanggulangi segera ini," kata Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani dalam diskusi 'Karhutla: Kebakaran Hutan Lagi?' di Gado-gado Boplo, Jalan Cikin Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/9/2019).


Rasio mengatakan adai 52 perusahaan yang sudah disegel dan dia memprediksi jumlah tersebut akan bertambah. Provinsi yang terbanyak berada di Kalimantan Barat.

"Terus kami melakukan monitoring tapi pada bulan Juli-Agustus ada peningkatan, kami melakukan upaya ke lapangan dan kami melakukan proses penyegelan saat ini ada sekitar 52 perusahaan sudah kami segel dan akan bertambah. Paling banyak Kalimantan Barat, Riau, dan Kalimantan Tengah. Ada di Jambi, Sumatera Selatan, dan di Kalimantan Timur," ujar Rasio.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT