Round-Up

Pasal Santet di RUU KUHP Dihapus Nggak, Pak Jokowi?

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Sep 2019 06:16 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Edi Wahyono
Jakarta - Di balik rancangan kitab hukum yang diminta Presiden Jokowi untuk ditunda pengesahannya, ada pasal santet berbau gaib. Berikut adalah bunyi dari draf RUU KUHP yang memuat pasal santet.

Dikutip detikcom dari draf RUU KUHP, Jumat (20/9/2019), ada paragraf 'Penawaran untuk Melakukan Tindak Pidana'.

Pasal 260
(1) Setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan, memberikan harapan, menawarkan atau memberikan bantuan jasa kepada orang lain bahwa karena perbuatannya dapat menimbulkan penyakit, kematian, penderitaan mental atau fisik seseorang dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau pidana denda paling banyak Kategori IV.



(2) Jika setiap orang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melakukan perbuatan tersebut untuk mencari keuntungan atau menjadikan sebagai mata pencaharian atau kebiasaan, pidananya dapat ditambah dengan 1/3 (satu per ­tiga).

Hukuman penjara menanti orang-orang yang mengaku punya kekuatan gaib dan menawarkan jasa santet. Kalau kegiatan itu dilakukan untuk cari untung, hukumannya bisa ditambah.