Pelabuhan Bakauheni Siapkan Satu Darmaga Tambahan

Pelabuhan Bakauheni Siapkan Satu Darmaga Tambahan

- detikNews
Sabtu, 29 Okt 2005 09:29 WIB
Lampung - ASDP Bakauheni, Lampung menyediakan satu darmaga tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik. Rute penyeberangan Merak-Bakauheni merupakan jalur favorit utama.Hal tersebut berdasarkan data Dinas Perhubungan Bandar Lampung yang diterima detikcom, di Pelabuhan Bakauheni, Sabtu (29/10/2005).Pada hari biasanya, darmaga 1 dan 3 telah dilengkapi side rump door. Kedua dermaga ini dapat melayani dua kapal cepat sekaligus. Satu darmaga pun ditambahkan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dari Pulau Jawa dan Sumatera atau sebaliknya. Satu darmaga yang ditambahkan sebetulnya belum memiliki ruang tunggu yang memadai. Tapi bisa berfungsi dengan baik. Masing-masing darmaga dapat melayani lima kapal. Kini, kapal Feri yang dioperasikan jumlahnya 24 unit. 4 Diantaranya adalah kapal cadangan. Secara keseluruhan, kapal Feri itu dapat mengangkut kurang lebih 8 ribu kendaraan selama 24 jam.Pada H-7, dari pelabuhan Bakauheni beroperasi 9 kapal cepat, dan 59 kapal roro. Penumpang yang diangkut pada Kamis 27 Oktober kemarin mencapai 11.283 orang. Pada hari yang sama, di tahun 2004, dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni beroperasi 9 kapal cepat dan 57 kapal roro. Penumpang yang diangkut 23.576 penumpang. Bila dibanding tahun 2004, maka jumlah penumpang pada H-7 lebih banyak 30 persen dari tahun ini. Sebab, pada tahun lalu penumpang mencapai 15 ribu.Peningkatan keamanan dengan cara mengerahkan 200 personel. Setiap kapal yang melakukan perjalanan, mendapat pengawalan 4 aparat. Pelabuhan Bakaehuni juga telah dilengkapi radar yang mampu mendeteksi adanya ganja dan zay aditif lainnya. "Ini sudah mulai digunakan sejak dua bulan lalu," kata Kepala Cabang ASDP Bakauheni Edy Pinontuan kepada detikcom dan Seputar Indonesia. Daya Listrik RendahWalaupun sarana dan prasaran untuk angkutan lebaran 2005 telah siap, menurut Edy, masih banyak kendala yang dihadapi Pelabuhan Bakauheni. "Kendalanya adalah seringnya mati lampu di pelabuhan Bakauheni. Daya PLN di sini kecil. Jadi pada saat beban puncak, sering tidak kuat. Akibatnya sering mati lampu. Ini cukup menghambat pelayanan," keluh Edy.Selain masalah listrik, kondisi cuaca yang diperkirakan curah hujan tinggi, juga menjadi kekhawatiran khusus. Sebab, dengan tingginya curah hujan dapat mengakibatkan gelombang besar, badai dan hujan."Akibatnya, frekuensi kapal menjadi turun. Itu artinya kapasitas angkutnya juga turun. Sehingga terjadi stagnasi," ungkap Edy.Edy juga mengatakan, masih sering dijumpai kendaraan yang diangkut dalam keadaan mesin menyala. Hal tersebut sebenarnya dilarang. Sebab, itu memungkinkan adanya konslet yang dapat menimbulkan kebakaran. "Satu kapal bisa habis. Apalagi kalau sampai ada orang yang merokok dan membuang puntungnya sembarangan di kapal. Padahal, di sini banyak angin dan banyak ceceran bahan bakar," papar Edy. (ism/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini