detikNews
2019/09/19 20:00:57 WIB

Round-Up

Mencari Twin Otter di Rimba Papua yang Kirim Sinyal ke Kanada

Tim Detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Mencari Twin Otter di Rimba Papua yang Kirim Sinyal ke Kanada Tim SAR gabungan pencarian pesawat Rimbun Air di Papua. (Saiman/detikcom)
Jakarta - Pesawat penerbangan perintis untuk pedalaman Papua, Rimbun Air, milik PT Carpediem Aviasi Mandiri yang hilang kontak sejak kemarin masih dicari hingga saat ini. Pesawat dengan tipe Twin Otter DHC6-400 itu hilang saat membawa sembako.

Diketahui, pesawat berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika pukul 10.39 WIT, Rabu (18/9/2019) kemarin. Seharusnya pesawat tersebut mendarat di Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, pada pukul 11.29 WIT.

Tim SAR pun segera melakukan pencarian tak lama setelah pesawat yang mengangkut beras Bulog itu hilang kontak. Namun, pada sore hari, pencarian pesawat dihentikan karena cuaca buruk.

"Pencarian dihentikan untuk hari ini dan akan dilanjutkan besok pagi," ujar Kepala Basarnas Mimika Monce Brury, kemarin.


Pencarian pesawat yang membawa 4 orang tersebut kemudian dilanjutkan pagi ini, Kamis (19/9). Pencarian dilakukan oleh tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan SAR.

Wilayah pencarian juga diperluas. Menurut Monce, pencarian bakal diperluas tak hanya di lintasan yang biasa dilewati pesawat itu.

"Pencarian dilanjutkan pagi ini tim gabungan Brimob, TNI AU, dan SAR Timika. Pencarian diperluas ke arah Jila," sebutnya.

Berdasarkan informasi, pesawat dengan nomor registrasi PK-DC itu sempat mengirim sinyal ke pabrikannya di Kanada.

Mencari Twin Otter di Rimba Papua yang Kirim Sinyal ke KanadaTim SAR gabungan pencarian pesawat penerbangan perintis Rimbun Air. (Saiman/detikcom)

"Sementara tadi informasi dari maskapai pesawat sempat mengirim sinyal ke pabrik (Kanada) pada terakhir skytrack di 0159 utc/ di jarak 37,59 mil dengan radius 056/ namun dua menit setelah itu sinyal hilang," ungkap Danlanud Yohanes Kapiyau Mimika Letkol Pnb Sugeng Sugiharto, Kamis (19/9).

Pencarian sempat dihentikan pada 12.30 WIT karena menunggu pesawat Cessna milik TNI AU. Pesawat Cessna yang akan diperbantukan ini memiliki alat sensor dan kamera yang canggih dan memiliki kapasitas yang besar. Pesawat juga bisa melacak titik lokasi pesawat Twin Otter itu mengirim sinyal terakhir ke pabrik di Kanada.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com