ADVERTISEMENT

2 ABG yang Bacok Pemuda di Bali Usai Disko Diancam Hukuman Mati

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 19 Sep 2019 19:00 WIB
Ilustrasi pembunuhan (Foto: detik)


Keduanya lalu berboncengan sambil membawa pisau besar itu ke luar rumah. Sesampainya di wilayah banjar Samu, Desa Sigaran, Abiansemal, para terdakwa itu berpapasan dengan korban I Kadek Roy dan tiga temannya.

"Terdakwa anak itu berpapasan dengan dua sepeda motor yang masing-masing dikendarai oleh saksi I Made Novyk Aryantara yang membonceng saksi Putu Jovvan Adytia Primawan dan korban I Kadek Roy Adinata yang membonceng saksi korban Agus Gede Nurhana Putra yang saat itu hendak pulang menuju Mambal sehingga terdakwa IPBW dan DPE pun mengejarnya. Kemudian terdakwa DPE berteriak 'jani cai mati (sekarang kamu mati)' sambil mengacungkan pisau besar di tangan kanannya," urai jaksa.

Korban bersama tiga orang temannya itu lalu mempercepat laju kendaraannya. Nahas, kendaraan yang ditumpangi Agus Gede Nurhana dan Kadek Roy Adinata habis bensin sehingga laju motornya melambat.



"Sehingga para terdakwa anak pun semakin dekat bahkan beberapa kali sepeda motor dari para terdakwa anak tersebut menyerempet baik dari kanan maupun kiri dan terdakwa DPE sempat mengayunkan pisau besar yang dipegangnya ke arah saksi/korban Agus Gede Nurhana dan saat berada di Jl Raya Kerasan Desa Sedang, Abiansemal, terdakwa anak DPE menendang sepeda motor yang dikendarai I Kadek Roy Adinata menggunakan kaki kirinya sehingga kendaraan korban oleng dan terjatuh dengan posisi korban I Kadek Roy dan Agus Gede Nurhana tertelungkup agak miring di got," urainya.

Melihat hal itu, terdakwa IPBW langsung memarkirkan kendaraannya dan menyuruh terdakwa DPE untuk menebaskan pisau besar itu. DPE sempat mengatakan tidak berani menebaskan pisau besar itu ke korban Kadek Roy maupun Agus Gede yang dalam kondisi tidak sadarkan diri.

"Sehingga terdakwa IPBW mengambil pisau dari tangan terdakwa DPE dan turun menghampiri korban I Kadek Roy maupun saksi/korban Agus Gede Nurhana sedangkan terdakwa DPE masih duduk di atas motor. Kemudian terdakwa IPBW langsung menebaskan pisau besar tersebut ke I Kadek Roy berkali-kali serta lebih dari satu kali, dan setelah itu terdakwa anak IPBW menghampiri Agus Gede Nurhana lalu menebas korban berkali-kali lebih dari satu kali di mana penebasan korban I Kadek Roy dan saksi/korban Agus Gede itu dilakukan dengan tangan kanan dalam posisi setengah jongkok dengan tenaga penuh dan acak mengingat situasi ditempat tersebut gelap," papar jaksa.

Setelah melakukan aksinya kedua terdakwa lalu pulang ke rumah. Namun, sesampainya di depan kantor Desa Sedang, para terdakwa dihadang warga setempat menggunakan bambu. Akhirnya kedua terdakwa pun dibawa ke polisi. Akibat penebasan itu korban I Kadek Roy pun tewas, sementara Agus Gede mengalami luka parah.

Atas perbuatannya kedua pelajar SMA ini dijerat dengan pasal 340 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo UU no 11 tahun 2012 atau pasal 338 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo UU no 11 tahun 2012. Adapun ancaman maksimal untuk pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana ialah hukuman mati.



(ams/rvk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT