Bareng Ibu Negara, Atalia Kamil Resmikan Gerakan Indonesia Bersih

Uji Sukma Medianti - detikNews
Kamis, 19 Sep 2019 18:27 WIB
Foto: Pemprov Jabar
Jakarta - Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil dan Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK) meresmikan Pencanangan Aksi Gerakan Indonesia Bersih di tepi Sungai Cipakancilan, Desa Cilebut Timur, Kabupaten Bogor, Kamis (19/9/2019).

Sebelum meresmikan program tersebut, Iriana beserta Atalia dan OASE KK meninjau Sungai Cipakancilan yang dipenuhi tumpukan sampah. Iriana berharap, dengan Pencanangan Aksi Gerakan Indonesia Bersih, Sungai Cipakancilan dan semua sungai di Indonesia terbebas dari sampah.

"Katanya kemarin ini sudah bersih, tapi karena arus jadi sampahnya terbawa lagi ke sini. Kemarin ada (sampah) kasur, peralatan rumah tangga, dan banyak lainnya, Jadi saya harap setelah ini warga turut menjaga kebersihan sungai ini," kata Iriana dikutip dari keterangan resmi, Kamis (19/9).


Menurut Iriana, jika sungai sudah terbebas dari sampah, wilayah sekitar sungai dapat menjadi wahana bermain dan tempat berkegiatan masyarakat. "Nanti kalau sudah bersih dari sampah, di sini (lahan sekitar sungai) bisa jadi taman, tempat bermain, ataupun tempat berjualan. Jadi, warga bisa berkumpul," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, sampah di sungai yang memiliki panjang 8 km (6 km berada di Kabupaten Bogor dan 2 km berada di Kota Bogor) itu diangkut menggunakan alat berat.

Sementara itu, Atalia juga mengapresiasi Pencanangan Aksi Gerakan Indonesia Bersih. Dia pun mengajak seluruh masyarakat Jabar untuk terus menjaga kebersihan sungai. Salah satu caranya adalah tidak membuang sampah ke sungai.

"Saya mengapresiasi terkait degan perhatian luar biasa dari Ibu Negara bersama jajaran dari OASE Kabinet Kerja, karena ini betul-betul sebuah harapan besar kami di masyarakat bahwa bagaimanapun juga seorang Ibu Negara begitu perhatian," kata Atalia.

"Ini juga terkait bagaimana pengelolaan sampah di masyarakat. Beberapa tempat di Jawa Barat adalah bagaimana mengubah perilaku masyarakat, banyak yang menganggap sungai adalah tempat pembuangan sampah. Sudah puluhan tahun masyarakat membuang sampah ke sungai," imbuhnya.

Atalia juga meminta masyarakat ikut terlibat dalam Pencanangan Aksi Gerakan Indonesia Bersih dengan membersihkan tumpukan sampah yang berada di tepi ataupun atas sungai, terutama masyarakat yang berada di sekitar Sungai Cipakancilan--sungai yang sampai saat ini tercemar oleh sampah.


"Ini harus menjadi kerja keras bersama-sama. Semua harus turut serta dalam upaya membersihkan lingkungan ini, karena tidak bisa saling menyalahkan karena aliran sungai dapat membawa sampah dari tempat lain ke tempat tersebut," kata Atalia.

"Kemudian bagaimana dari hulu ke hilir melakukan gerakan secara bersamaan. Dari pihak hulu mereka harus menahan membuang sampah ke tempat seharusnya, kemudian di hilir mereka melakukan pembersihan rutin," tambahnya.

Sedangkan perwakilan TP PKK Desa Cilebut Timur, Nuryani, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan upaya pemerintah pusat serta pemerintah daerah. Dia pun menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

"Dulu sungai ini sangat kotor, tapi alhamdulillah sekarang Sungai Cipakancilan ini menjadi bersih. Kami dari unsur PKK akan menjaga sungai ini agar ke depan bisa dimanfaatkan warga," kata Nuryani. (ujm/ega)