Jumlah Penumpang Turun 40 %, Terminal Bungur Asih Lengang
Jumat, 28 Okt 2005 19:05 WIB
Jakarta - Tepat H-6 menjelang Lebaran, Terminal Bus Purabaya Bungur Asih terlihat lengang. Jumlah penumpang di hari yang sama pada tahun lalu, mengalami penurunan mencapai 40 persen. Hal tersebut diketahui ketika detikcom memantau suasana Terminal Bus Purabaya Bungur Asih,Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (28/10/2005), sekitar pukul 18.00 WIB. Suasana lengang memang sangat terasa di terminal terbesar se-Jawa Timur ini. Pada tahun lalu, jumlah penumpang di H-6 menjelang Lebaran mencapai 50 ribu orang. Namun, pada tahun ini baru mencapai 34.500 orang, baik keluar kota dan dalam provinsi maupun antarkota dan antarprovinsi . Artinya, penurunan jumlah penumpang hampir 40 persen.Sedangkan, jumlah penumpang yang masuk sebanyak 27.349 orang. Sepinya penumpang itu berimbas pada jumlah armada bus. Para awak bus mengeluh karena banyaknya bus yang kosong. Penurunan jumlah penumpang dirasakan semenjak kenaikan harga BBM 1 Oktober lalu. Akibatnya, hampir setengah armada bus dikandangkan. Jumlah bus reguler antarkota dalam provinsi dan luar provinsi, sebelum kenaikan BBM, mencapai lebih dari 2 ribu armada. Namun saat ini, yang beroperasi hanya berkisar 13.00 unit. Kondisi itu diakui Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Hary Soegiri. Ia mengaku, jumlah bus berkurang banyak, menyusul kenaikan harga BBM. Menurunnya jumlah penumpang mengakibatkan, tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk operasional armada. "Penurunan ini disebabkan, masyarakat lebih banyak beralih ke kendaraan roda dua, serta memilih mudik pada H-1 dan H-2 lebaran," kata Hary saat ditemui di sela-sela inspeksi mendadak, mendampingi para anggota DPRD Jawa Timur, di Terminal Bungur Asih. Dengan naiknya harga BBM, otomatis harga tarif bus ikut naik. Meski terminal masih sepi, Hary memperkirakan puncak arus mudik, melalui terminal ini, terjadi pada H-2. Ia menggambarkan, pada H- 2 tahun lalu, penumpang mencapai 80 ribu orang lebih. "Meskipun jumlah bus berkurang, namun kita sudah koordinasikan kepada semua otobus, untuk menyiapkan armada, jika memang sewaktu-waktu dibutuhkan, " jelas Hary.Hingga kini, tempat duduk dan ruang tunggu pun masih terlihat lengang. Bus yang menunggu keberangkatan masih nge-temhingga lebih dari 10 menit. Keramaian justru datang dari pawa awak bus yang berebut penumpang.
(ism/)











































