Mendag Geleng Kepala Dengar Mahalnya Harga Cabai

Mendag Geleng Kepala Dengar Mahalnya Harga Cabai

- detikNews
Jumat, 28 Okt 2005 21:19 WIB
Bandung - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu geleng kepala begitu tahu tingginya harga cabai. Harga satu kilo cabai di pasar induk meroket hingga di atas Rp 20 ribu. "Cabai kurang terpantau. Kurang barang dan dipengaruhi musim. Jadi harga melonjak. Tapi nanti setelah H-2 mungkin akan stabil lagi. Orang belanja di pasar akan sepi karena mudik," ungkap Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.Sambil geleng-geleng kepala, Mari menyempaikan hal itu saat 'turun gunung' ke Pasar Induk Caringin, Jalan Soekarno Hatta, Jum'at (28/10/2005), Bandung. Kenaikan harga cabai ini diperkirakan berkaitan dengan naiknya volume permintaan cabai. Sebelumnya, harga cabai tiap kilonya rata-rata hanya mencapai Rp 10 ribu. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok saat ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM 1 Oktober lalu. Namun, ia meyakini kenaikan harga tersebut hanya bersifat sementara. Setelah bulan puasa hingga akhir tahun,diperkirakan semua harga bahan pokok relatif stabil kembali. "Yang terpenting stok secara nasional mencukupi. Pasti stok cukup sampai akhir tahun," ungkap dia.Saat melakukan inspeksi mendadak, Mari ditemani Wakil Gubernur Jawa Barat, Nu'man Abdul Hakim. Rombongan langsung turun ke sejumlah pedagang, yang menjual kebutuhan bahan pokok. Khususnya, yang menjual sayuran Cabai, Bawang Putih, Bawang Merah dan Telur. Kini, harga Cabai di Pasar Induk Caringin Bandung mencapai Rp 25 ribu per kilo. Menjelang puasa, harga satu kilo Cabai hanya Rp 10 ribu. Cabai ini di pasok dari Banyuwangi.Stok BerlimpahPemantauan detikcom di Pasar Caringin Bandung, stok bahan pokok masih relatif besar. Cabai dan Bawang Merah juga masih bertumpuk dan disimpan, di sebuah ruang besar dengan suhu yang stabil. Menurut para pedagang, pascakenaikan BBM tak banyak pengaruh terhadap para konsumen untuk berbelanja. Proses distribusi bahan pokok dari berbagai daerah tak ada masalah. Termasuk beberapa bahan pokok yang masih di impor dari luar. Misalnya, untuk Bawang Putih yang masih di impor dari Cina. "Harga di sini sudah mulai turun. Misalnya minyak goreng. Di tempat lain bedanya sekitar 200-300 rupiah. Yang masih naik itu gula dan beras. Kita akan perjuangkan untuk turun, khususnya harga gula sesuai kebijakan," papar Mari. (ism/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads