Dishub Lampung Warning Jembatan Rawan Ambruk di Way Pangubuan
Jumat, 28 Okt 2005 18:55 WIB
Bandar Lampung - Para pemudik yang melintas di Provinsi Lampung diminta berhati-hati saat melewati lintas tengah dan timur, terutama jembatan Way Pangubuan-Terbanggi Besar yang rawan ambruk.Jika hendak melewati jalan tersebut, pengguna jalan dipersilakan mengambil jalur alternatif yakni dengan mengambil ruas Gunung Sugih-Padang-Ratu-Way Rarem-Aji Kangungan. Namun Dishub Provinsi Lampung tidak merekomendasikan untuk kendaraan yang beratnya di atas 15 ton. Hal ini disampaikan Kepala Dishub Provinsi Lampung Tibrizi Asmarantaka di Bandar Lampung, Jumat (28/10/2005).Untuk luas jalan Bakauheni-Bandar Lampung, lanjut Tibrizi, kondisi jalan agak terganggu dengan lubang kecil antara Jalan Kalianda-Umbul Bayur. Selain itu, di sana tidak ada marka jalan dan rambu lalu lintasnya juga sangat minim. Kondisi yang sama terjadi di ruas Jalan Terbanggi Besar-Kota Bumi-Bukit Kemuning-Batas Sumatera Selatan. Pemudik juga harus mewaspadai ruas Jalan Tiga Panjang-Tanjung Karang-Terbanggi Besar.Untuk kondisi jalan ruas Terbanggi Besar-Kota Bumi-Bukit Kemuning-Batas Sumsel yang panjangnya 41 kilometer, hanya 25 kilometer saja yang kondisinya baik. Sedangkan 11 kilometer lainnya rusak sedang dan 5 kilometer rusak parah.Sementara Kota Bumi-Bukit Kemuning yang panjangnya 43 kilometer, hanya 16 kilometer saja yang kondisinya baik. Sepanjang 18 kilometer rusak sedang dan 8 kilometer rusak parah. Bukit Kemuning-Empat sepanjang 42 kilometer, 15 kilometer di antaranya dalam kondisi baik, 14 kilometer kondisinya sedang dan 13 kilometer rusak parah. Sedangkan sepanjang ruas Jalan Empat-Batas Sumsel yang jaraknya sepanjang 40 kilometer, kondisi jalan yang bagus hanya 9 kilometer. Sedangkan 20 kilometer rusak sedang dan 11 kilometer rusak parah.Sebar PersonelUntuk mengamankan arus mudik, Dishub Provinsi Lampung mengaku sudah menyebar 112 personelnya di sembilan posko utama di Lampung. Di antaranya di Bakauheni, Panjang, Stasiun Kereta Api Tanjung Karang, Terminal Rajabasa, Bandara Raden Intan, BGM Branti, dan Dinas Perhubungan.Diperkirakan jumlah penumpang untuk angkutan jalan 2005 akan mengalami kenaikan 10 persen menjadi sekitar 251.370 dari tahun 2004 yang jumlahnya 228.519.Untuk angkutan penyeberangan yang datang dari Merak, jumlah penumpang diperkirakan akan mencapai 572.935 orang. Sementara untuk angkutan penyeberangan yang berangkat ke Merak diperkirakan jumlahnya 601.222 orang. Untuk angkutan kereta api, jumlahnya diperkirakan mencapai 31.421 orang. Sedangkan untuk angkutan udara 8.940 orang.Jumlah bus yang disediakan untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi sebanyak 1.236 unit dengan jumlah kursi 34.608. Angkutan Antarkota Antarprovinsi sebanyak 449 unit dengan jumlah kursi 20.205. Untuk angkutan sewa disediakan 329 unit. Sedangkan untuk kereta api disediakan tiga rangkaian kereta api reguler Bandar Lampung-Palembang PP yakni Fajar Utama, Sri Wijaya dan Rajabasa dengan jumlah gerbong 30 unit yang terdiri dari 6 gerbong eksekutif, 15 gerbong bisnis dan 9 gerbong ekonomi.Sementara kapasitas tempat duduk yang disediakan setiap harinya adalah 1.956 buah. Selama H-3 sampai H+3, jumlah gerbongnya akan ditambah hingga totalnya menjadi 38 gerbong, dan kapasitas tempat duduk per harinya 2.466 kursi."Apabila diperlukan nantinya akan dioperasikan kereta api Sapu Jagat yang berkapasitas 748 penumpang," kata Tibrizi.
(umi/)











































