Pantauan detikcom di situs bmkg.go.id mencatat status berbahaya naik sekitar pukul 06.00 WIB. Hingga saat ini status berbahaya masih bertahan pada angka konsentrasi 436,02 mikrogram.
Peningkatan status berbahaya ini terlihat juga di beberapa titik di Kota Palembang, yang kini diselimuti kabut asap pekat dan tercium bau bekas bakaran menyengat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pagi tadi, saya berangkat kerja asap ini sangat pekat sekali. Bau asap juga tadi, jarak pandang terbatas," tegas seorang warga, Lia (27), saat ditemui di kawasan Ampera, Kamis (19/9/2019).
Dikatakan Lia, kabut asap hari ini tidak seperti biasa. Dia menyebut kabut asap cukup pekat sejak malam hari di beberapa titik. "Dari tadi malam asap sudah pekat. Jadi kalau malam pekat pasti paginya pekat asapnya, pagi ini juga terbukti," katanya.
Sementara itu, berdasarkan catatan BPBD Sumatera Selatan, ada 281 hotspot. Dari jumlah itu, mayoritas titik hotspot berada di Ogan Komering Ilir. "Berdasarkan data Lapan, ada 281 titik hotspot di Sumatera Selatan. Data dari pukul 06.00 WIB," kata Ansori. (ras/aan)











































