ATM BCA 'Dikuras' Pemudik
Jumat, 28 Okt 2005 16:52 WIB
Jakarta - Pegawai swasta bersiap-siap mudik di akhir pekan ini, Jumat (28/10/2005). Untuk mudik, tentu butuh fulus. Mereka beramai-ramai mendapatkan dana segar. Bank dan ATM pun diantre.Yang paling panjang antreannya adalah di ATM BCA. Sebagai bank dengan nasabah tergendut dan jaringan ATM terluas, wajar jika orang yang menggesekkan kartunya ke anjungan tunai mandiri itu selalu melimpah. Tapi hari ini mereka terpaksa harus menelan kecewa karena transaksi mereka tidak lancar.Gatut, nasabah BCA yang mengambil duit di perkantoran Arkadia, Jl TB Simatupang, Jaksel, kecewa karena layar ATM mengeluarkan tulisan "Batas waktu transaksi anda telah habis". Dia mesti mengulang login untuk mendapatkan dana yang dibutuhkannya.Ny Riyah yang melakukan transaksi di ATM BCA Mal Pondok Indah juga mengalami nasib serupa. Dia membutuhkan waktu hingga 3 kali lipat lebih lama dibandingkan waktu transaksi normal. Sementara pengantre di belakangnya mengular, sekitar 12-an orang. "Saya butuh duit buat kasih sangu pembantu saya yang mudik nanti malam," katanya pada detikcom.Sulitnya menarik uang milik sendiri juga dialami oleh Harun Jonathan. "Sudah tahu nggak ATM BCA nggak bisa narik di semua ATM BCA?" katanya per email.Michael mengaku mencoba ATM BCA di tiga tempat, yaitu di kawasan RS Fatmawati, Jalan Cilandak KKO dan Cipete, Jaksel. "Semuanya heng. Saya masukin kartu, tekan PIN, lalu layarnya keluar tulisan 'Transaksi Anda sedang diproses'. Cuma itu saja yang muncul, lalu kartu keluar," urai pria lajang berjenggot ini."Belum lagi antreannya panjang banget," imbuh warga Kebagusan ini. Selain ATM, bank juga diserbu penarik dana segar. Sementara, nasabah BCA lainnya bernama Christian juga membatalkan transaksinya lewat klikbca.com. Soalnya situs itu tidak bisa beroperasi normal. Ketika bisa, eh lambat sekali aksesnya. "Saya mau transfer. Tapi takut nanti transaksi malah gagal, jadi saya tunda dulu," ceritanya.Petugas Halo BCA yang dihubungi membenarkan bahwa sempat terjadi gangguan komunikasi, meski sifatnya hanya sektoral. Namun sekarang, dikatakannya, semuanya sudah berjalan normal kembali.
(nrl/)











































