detikNews
Rabu 18 September 2019, 11:29 WIB

Cerita Persahabatan Kambing dan Manusia di Pulau Paling Selatan RI

Moch Prima Fauzi - detikNews
Cerita Persahabatan Kambing dan Manusia di Pulau Paling Selatan RI Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom
Rote Ndao - Selain keunikan alamnya yang berada di sisi paling selatan Indonesia, Pulau Rote punya kisah menarik antara persahabatan seekor kambing dan manusia. Kisah unik ini didapatkan saat tim detikcom melakukan ekspedisi ke Kabupaten Rote Ndao, beberapa waktu lalu.

Di sebuah pos penjagaan di desa Oeseli, Kecamatan Rote Barat Daya, kami bertemu dengan Dimy, Penembak Senjata Otomatis, yang bertugas di Satgas Pulau Terluar Pulau Ndana.

Sejak kedatangan, seekor anak kambing terus membuntuti Dimy, ke mana pun ia pergi. Rupanya kambing tersebut sudah seperti 'anak' kandungnya. Dimy menamainya Karo. Umurnya baru satu bulan.


Karo merupakan anak kambing etawa yang dia dapat hasil pemberian warga sekitar. Ceritanya, akan merayakan Idul Adha tahun ini, Dimy membeli kambing kepada warga. Ia lantas diberikan bonus berupa anak kambing yang kini ia asuh.

"Ini dikasih pas Idul Kurban kemarin. Saya bawa (gendong). Saya beli dua, (malah) dikasih dua. Tapi kata saya satu saja sudah," ungkap Dimy.

Di tangan Dimy, Karo sudah seperti anak kandungnya sendiri. Setiap merasa lapar ia akan terus mengembik dan mengikuti langkah Dimy. Istimewanya, Dimy memberinya susu formula untuk bayi. Itu pun, susu formula dengan merek tertentu. Pernah ia berikan susu merek yang berbeda, namun keesokannya Karo jatuh sakit.

Karo/Karo/ Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom


"Akhirnya saya telepon kawan buat ke dokter hewan, tapi di sini di mana ada dokter hewan, hahaha. Akhirnya saya minumkan Sprite sama Antangin. Pagi-pagi sudah lari-lari," ujar Dimy.


Setiap hari Dimy memberikan susu sebanyak 9 kali. Satu bungkus susu formula bayi seharga Rp 60 ribu pun dihabiskan dalam 3 hari.

Dimy tampak sayang betul dengan Karo. Setiap kali mandi ia pakaikan shampo zaitun. Katanya, supaya bulu-bulunya bisa bersih dan halus. Tidur pun, sampai berdua dengan anak kambing etawa tersebut. Ia tak khawatir Karo akan buang air di kasur, sebab kambing tersebut sudah terlatih.

"Sudah tau jam-jamnya buang air. Dibiasakan buang air di bawah," katanya.

Sudah seperti anak dan sahabat, Dimy pun kerap membawa Karo berjalan-jalan di pantai.


Dimy memang pencinta hewan sejati. Selain memelihara Karo, ia juga memiliki hewan peliharaan lainnya seperti dua ekor anak ayam yang ia beri nama Upin dan Ipin, seekor elang bondol yang diberi nama Fergo. Ada juga burung nuri, pleci, dan kakaktua.

"Kakaktua dan nuri pernah saya lepas. Malahan nuri itu sampai Nemberala, tapi balik lagi. Kakaktua satu bulan hilang. Saya sudah putus asa jalan-jalan (mencari). Ada orang bilang itu ada burung besar. Terus saya kasih uang Rp 700 ribu, enggak minta nebus juga dia. Tapi kan sudah kembali saja alhamdulillah," pungkas Dimy.

detikcom bersama Bank BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com