detikNews
Rabu 18 September 2019, 10:41 WIB

DPR Dukung Pemerintah Siapkan Jateng Jadi Kawasan Pabrik Tekstil

Uji Sukma Medianti - detikNews
DPR Dukung Pemerintah Siapkan Jateng Jadi Kawasan Pabrik Tekstil Ilustrasi pabrik tekstil/Foto: Michael Agustinus
Jakarta - DPR mendukung langkah pemerintah yang akan menyiapkan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sebagai kawasan pembangunan pabrik tekstil hasil relokasi industri asing, termasuk dari China. Untuk itu, DPR berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan politik dan ekonomi agar investasi tekstil dan garmen yang masuk ke Indonesia bisa berjalan dengan baik.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto di Jakarta, Selasa (17/9) saat menanggapi pernyataan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto yang akan menyiapkan Provinsi Jateng sebagai kawasan pembangunan pabrik tekstil hasil relokasi industri asing, termasuk dari China.

Menurut politisi Partai Golkar (FPG) dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah VIII ini, dengan populasi yang besar dan pertumbuhan ekonomi saat ini, Indonesia tentu sangat menarik di mata investor. Meski begitu, selain besaran pasar, pertimbangan keamanan dan kemudahan perizinan juga harus menjadi keutamaan.



"Yang paling prinsip adalah soal kemudahan perizinan. Selain itu, perlu juga diberikan insentif bagi investor yang tertarik merelokasi pabriknya ke Tanah Air, misalnya soal tax holiday atau pengurangan pungutan pajak impor bahan baku industri tekstil. Soal ini (pajak-red) tentunya perlu ada koordinasi dengan Kementerian Keuangan," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah berencana memberikan bonus insentif bagi investor yang tertarik merelokasi pabriknya ke Indonesia. Rencananya ada dua insentif yang akan ditawarkan, yaitu fasilitas penghapusan pajak (tax holiday) dan bebas impor mesin tekstil bekas.

Menurut pemerintah, relokasi ini merupakan salah satu gagasan kebijakan pemerintah untuk mendukung kebutuhan industri tekstil nasional sekaligus untuk meningkatkan ekspor dari industri tekstil, sehingga bisa memberi dampak peningkatan ekspor secara keseluruhan dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Tentunya diharapkan ini juga bisa mendongkrak upah minimun kabupaten/kota (UMK) Provinsi Jawa Tengah, karena kita tahu UMR di Jateng relatif lebih rendah dari daerah lain," kata Dito.



Meski begitu, Dito mengingatkan bahwa investasi asing semacam itu selalu mencari partner lokal, untuk itu industri dalam negeri juga harus siap baik dari segi manajerial, dan khususnya soal teknologi permesinan. "Tentunya ini juga harus dipersiapkan secara matang," katanya.

Pihaknya berharap rencana tersebut dapat segera terealisasi. Pasalnya, lanjut Dito, relokasi industri China itu juga tidak hanya diincar Indonesia, tetapi juga negara lain di kawasan ASEAN, seperti Vietnam, Malaysia dan Thailand.

"Rencana ini harus segera jalan, apalagi saya dengar Pak Presiden Jokowi sudah minta proses ini dipercepat," ujarnya.
(ujm/prf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com