Polda Riau Tetapkan 18 Tersangka Komplotan Bom Molotov

Polda Riau Tetapkan 18 Tersangka Komplotan Bom Molotov

- detikNews
Jumat, 28 Okt 2005 15:15 WIB
Pekanbaru - Kasus bom molotov di Riau sudah pada tingkat meresahkan. Korban terus berjatuhan. Utunglah Polda Riau telah berhasil membekuk komplotan pelakunya. 18 Orang telah dijadikan tersangka.Kapolda Riau Brigjen S Damanhuri mengungkapkan hal itu dalam acara temu pers, Jumat (28/10/2005) di Aula Polda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru. Kapolda menjelaskan, para tersangka ini sebagian besar merupakan anggota organisasi kepemudaan, Pemuda Pancasila. Dari hasil pemeriksaan, kuat dugaan berbagai kasus bom molotov di Pekanbaru didalangi komplotan tersebut."Saat ini 18 tersangka sudah kita amankan di tahanan Brimob Polda Riau. Mereka kita tangkap dalam kurun waktu sebulan ini. Penangkapan sampai kita lakukan di pulau Jawa. Karena otak pelakunya melarikan diri ke Yogya," kata Damanhuri.Dia menjelaskan, komplotan ini juga sangat meresahkan warga Kota Pekanbaru. Otak pelaku tidak lain adalah Jufri Tanjung, ketua Pemuda Pancasila Pekanbaru. Selama ini selain menerima order bom molotov, mereka juga sering memaksa seluruh penghuniruko di Pekanbaru membayar upeti."Bayangkan saja, seluruh ruko di kota ini (Pekanbaru-red) mereka paksa membayar uang keamanan Rp50 ribu per hari.. Ini belum kalau ada dana insidentil yang memaksa pemilik ruko untuk memberikan sumbangan. Perilaku mereka sudah meresahkan warga," tegas Kapolda Riau.Kapolda mempersilakan seluruh komponen masyarakat yang pernah bermasalah dengan komplotan ini untuk membuat pengaduan. Ini diperlukan agar seluruh kasus yang pernah dilakukan para tersangka bisa menambah bahan penyidikan."Kita membuka peluang sebesar-besarnya untuk menerima laporan tentang perilaku komplotan ini. Sebab kami yakin banyak pemilik ruko yang merasa keberatan atas tindakan para tersangka selama ini," kata Kapolda.Kasus bom molotov yang sempat menggemparkan warga itu terakhir terjadi pada dua bulan silam. Rumah seorang kontraktor dibom molotov kelompok Jufri Tanjung yang konon menerima order dari rekanan yang kalah tender di Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Riau. Dalam peristiwa ini 4 orang penghuninya tewas. "Kasus ini akan mengarah siapa sebenarnya yang memberikan order kepada komplotan ini. Dalam hasil pemeriksaan sementara, 17 pelaku bom molotov ini mengaku mereka diperintahkan Jufri Tanjung. Sedangkan siapa dibalik Jufri ini masih akan terus kita selidiki," kata Kapolda. (nrl/)


Berita Terkait