Cuma Dihadiri 30 Orang, Sidang DPR Bahas RAPBN Jalan Terus

Cuma Dihadiri 30 Orang, Sidang DPR Bahas RAPBN Jalan Terus

- detikNews
Jumat, 28 Okt 2005 14:38 WIB
Jakarta - Raja bolos. Cap itu memang pantas diberikan pada anggota DPR. Tunjangan operasional Rp 10 juta/bulan ternyata tidak mempan mencambuk kinerja wakil rakyat ini.Rapat paripurna yang mengagendakan pengambilan keputusan RAPBN 2006 dilanjutkan kembali pada pukul 13.20 WIB, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/10/2005). Sebelumnya rapat diskors pukul 11.45 WIB.Anggota dewan yang diberi kesempatan menunaikan salat Jumat tidak balik lagi ke kursinya. Padahal, mereka masih harus mendengarkan pendapat fraksi-fraksi tentang RAPBN 2006. Kursi-kursi yang disediakan terlihat kosong melompong. Namun demikian, Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif tetap membuka kembali sidang paripurna tersebut. Sidang itu pun langsung disambut interupsi sejumlah anggota dewan."Saya minta agar rapat ini ditunda dulu untuk menunggu kawan-kawan lain. Buat apa diteruskan karena tidak ada yang mendengarkan. Nanti hasilnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena yang hadir masih sedikit," kata anggota Fraksi Partai Demokrat, Max Sopacua.Pendapat serupa juga disampaikan anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa, Anas Yahya. "Saya sepakat dengan usulan Partai Demokrat. Masa tidak ada anggota yang hadir mau dilanjutkan rapat ini. Ini membahas dan mengesahkan RAPBN 2006 jadi harus didengarkan fraksi dan anggota DPR," ujar Anas.Permadi dari FPDIP punya pendapat berbeda. Dia meminta sidang paripurna tetap dilanjutkan. "Pimpinan, kita tidak bisa menjamin gedung ini akan penuh. Karena itu dilanjutkan saja," kata pria yang selalu berpakaian serba hitam ini. Menanggapi hal itu, Zaenal memutuskan melanjutkan sidang. Mendengar putusan sang pimpinan sidang, Anas pun menggebrak meja dan balik badan meninggalkan ruang sidang yang sunyi senyap. Politisi PKB ini memilih nongkrong di luar ruang sidang. "Payah DPR, masa segitu dimulai. Pimpinan juga payah. Mending saya duduk di sini," kata Anas dengan nada jengkel.Tak berapa lama kemudian, satu demi satu anggota menunjukkan batang hidungnya. Hingga pukul 14.15, sidang masih mendengarkan pendapat dari FPAN. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads