detikNews
Selasa 17 September 2019, 12:57 WIB

Demo Buruh di Dekat Gedung BEI, Lalu Lintas di Jalan Sudirman Padat

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Demo Buruh di Dekat Gedung BEI, Lalu Lintas di Jalan Sudirman Padat Foto: Samsuduha Wildansyah/detikcom
Jakarta - Massa buruh menggelar aksi demo di dekat gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. Demo tersebut mengakibatkan arus lalu lintas di Jalan Sudirman ke arah Blok M padat merayap.

Massa memenuhi trotoar di kawasan SCBD. Massa merupakan buruh ritel pakaian H&M yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN). Sekadar untuk diketahui, H&M memiliki department store di Mal Pacific Place, SCBD.

Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (17/9) pukul 12.15 WIB, arus lalu lintas dari SCBD yang mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman ditutup karena ada aksi demo. Sedangkan arus lalu lintas di Jalan Sudirman mengarah ke Blok M sedikit terhambat karena ada massa.

Sejumlah polisi tampak mengamankan massa demo. Polisi juga mengatur lalu lintas di sekitar lokasi.

Puluhan buruh membawa spanduk. "H&M Made In Sweatshop. Di Setiap Helai Pakaian H&M Ada Keringat Buruh Yang Belum Dibayarkan Haknya," demikian tulisan pada spanduk itu.

Koordinator aksi sekaligus Panglima Koordinator Serikat Nasional Pekerja Jawa Barat Buya Fauzi menyebut massa sengaja menggelar aksi di kawasan SCBD. Sebab, kantor pusat H&M berada di sana.








"Karena di sini kantor pusat H&M ada di sini, di Gedung Arta Graha lantai 8," kata Buya di lokasi, Selasa (17/9/2019).

Buya mengatakan massa buruh yang menggelar aksi merupakan buruh yang dikenai PHK oleh H&M sejak 2 tahun lalu. Buruh itu disebutnya sempat bekerja di H&M Kabupaten Bogor sebelum terkena PHK.

"Sudah 2 tahun para pekerja PT Libra Pramana, Kabupaten Bogor, yang memproduksi pakaian H&M selaku brand terutama yang juga buyer PT Libra Pramana sesuai dengan yang berlaku antara buyer dan pekerja, 2 tahun sudah hak-hak pesangon mereka nggak dibayarkan sesuai kesepakatan," kata Buya.

Buruh-buruh itu kemudian dikenai PHK dengan alasan H&M akan pindah ke daerah lain. Namun hingga saat ini mereka belum mendapatkan pesangon dan saat ini mereka menuntut pesangon dari pihak H&M.

"Mereka selaku buyer H&M harusnya memenuhi kewajiban mereka saat perusahaan itu tutup. Namun 2 tahun sudah hak mereka nggak dipenuhi. Perusahaan sudah relokasi ke Jawa Tengah, namun mereka yang di-PHK 2 tahun lalu sampai saat ini nggak dapat hak pesangon sesuai UU dan sesuai kesepakatan yang berlaku," tuturnya.

Hingga berita ini dimuat, massa masih menggelar aki di lokasi. Aksi demo berlangsung kondusif.




(sam/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com