H-6 Lebaran, Arus Mudik di Bandar Lampung Mulai Meningkat
Jumat, 28 Okt 2005 13:42 WIB
Bandar Lampung - Memasuki H-6 lebaran, arus mudik di Bandar Lampung mulai meningkat. Namun peningkatan tersebut masih normal. Diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada H-4 atau H-3.Demikian disampaikan Kepala Perum Damri Bandar Lampung Kasman Nur di Kantor Perum Damri Jalan Kapten Abdul Haq Raja Basa, Bandar Lampung, Jumat (28/10/2005). Kasman menuturkan, Kamis (27/10/2005) kemarin atau H-7, Damri mengangkut 1.035 penumpang dari dan ke Pelabuhan Bakauheni. Jumlah tersebut meningkat dari hari sebelumnya yang hanya 783 orang. Sementara penumpang yang ke luar dari Bandar Lampung yang menggunakan jasa Damri tercatat 492 orang. Rinciannya, penumpang ke Jakarta 365 orang. Tujuan Yogyakarta 80 orang dan tujuan Blitar 47 orang."Puncak penumpang biasanya terjadi pada H-4 atau H-3. Pada hari-hari itu penumpang yang keluar masuk Bandar Lampung biasanya tinggi. Kalau sekarang masih biasa," kata Kasman. Damri sendiri untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menambah armadanya hingga hampir 4 kali lipat dari biasanya. Hari-hari biasanya bus Damri yang keluar dari Bandar Lampung sebanyak 12 bus. Mengantisipasi mudik, Damri menyiapkan 47 bus. Rinciannya, untuk tujuan Jakarta sebanyak 24 bus yang terdiri dari 15 bus bisnis dan 9 bus eksekutif. Kemudian untuk tujuan Yogyakarta disediakan 15 bus yang terdiri dari 8 bus bisnis dan 7 bus ekonomi. Untuk tujuan Blitar 8 bus yang terdiri dari 4 bus ekonomi dan 4 ekonomi AC. Kasman juga menuturkan, tarif penyeberangan di pelabuhan Bakauheni naik sejak 28 September 2005. Tarif yang semula Rp 315 ribu menjadi Rp 435 ribu per bus. Tarif itu tidak berdasarkan kosong atau penuhnya bus. Padahal sebelumnya, tarif penyeberangan hanya Rp 115 ribu per bus ditambah pungutan per penumpang Rp 5 ribu. Untuk perjalanan Gambir (Jakarta)-Lampung pulang pergi, bus Damri membutuhkan 180 liter solar. Bila kapasitas angkut di bawah 50 persen akan membuat Damri berat untuk beroperasi. "Tapi alhamdulillah selama ini kita di atas 50 persen dan di jalan juga tidak ada pungli," kata Kasman.
(iy/)











































