detikNews
Selasa 17 September 2019, 08:05 WIB

MA Perberat Hukuman Wakil Sekjen KOI yang Korupsi Dana Asian Games

Andi Saputra - detikNews
MA Perberat Hukuman Wakil Sekjen KOI yang Korupsi Dana Asian Games Andi Samsan Nganro (agung/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman Wakil Sekjen Komite Olahraga Indonesia (KOI) Dr Dasril Anwar. Dasril dinyatakan bersalah karena korupsi dana promosi Asian Games XVIII 2018.

Kasus bermula saat Dasril ditetapkan sebagai tim pendamping dan monitoring sosialisasi, promosi dan karnaval Road To Asian Games 2018 di Serang, Banten pada 2015. Untuk dana promosi itu, diambil dari APBN Kemenpora untuk anggaran 2015.

Dana mengucur dalam beberapa termin. Total Kemenpora mengucurkan Rp 381 miliar pada 2015 untuk persiapan Asian Games. Salah satu itemnya adalah untuk promosi, total di 6 kota sebesar Rp 27 miliar.
MA Perberat Hukuman Wakil Sekjen KOI yang Korupsi Dana Asian Games

Dari 6 kota itu, salah satunya digelar di kota Serang, Banten. KOI kemudian memberikan proyek pelaksanaan sosialisasi ke pihak ketiga. Acara digelar dengan pawai obor dan panggung hiburan yang mengundang artis ibukota dan artis lokal.

Ternyata dalam pelaksanaannya di Serang, terjadi kebocoran dana di sana-sini. Alhasil, Dasril harus mempertanggungjawakan di meja hijau.

Pada 25 Oktober 2018, PN Jakpus menjatuhkan hukuman 3,5 tahun penjara kepada Dasril. Selain itu, Dasril juga didenda Rp 250 juta subsidair 2 bulan kurungan. Tidak hanya itu, Dasril diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsi sebesar Rp 904 juta.

Putusan itu dikuatkan Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta pada 30 Januari 2019. Atas hal itu, jaksa mengajukan kasasi. Apa kata MA?

"Mahkamah Agung (MA) dalam tingkat kasasi mengabulkan permohonan kasasi Penuntut Umum dan membatalkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menguatkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan mengadili sendiri yang menyatakan Terdakwa Dr. Dasril Anwar terbukti bersalah melakukan tindak pidana Korupsi secara bersama-sama, dan menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro kepada detikcom, Selasa (17/9/2019).

Selain itu, Dasril juga dihukum pidana denda sebesar Rp 200 juta subsider pidana kurungan selama 6 (enam) bulan, serta Uang Pengganti sebesar Rp 904.815.500,00 subsider 2 (dua) tahun 6 (enam) bulan.

"Putusan tersebut dijatuhkan oleh hakim agung Salman Luthan sebagai ketua majelis, Syamsul Rakan Chaniago dan Mohammad Askin, hakim-hakim ad hoc Tipikor pada MA sebagai hakim anggota," pungkas Andi Samsan Nganro.


(asp/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com