Data-data tentang Kebakaran Hutan di Kalimantan

Data-data tentang Kebakaran Hutan di Kalimantan

Rizky Wika Shintya Devi - detikNews
Senin, 16 Sep 2019 18:53 WIB
Ilustrasi Denny Putra
Ilustrasi Denny Putra
Jakarta -

Sejumlah hutan di Pulau Kalimantan dilanda kebakaran. Akibatnya, udara di beberapa wilayah provinsi yang berbatasan dengan Malaysia dan Singapura dicemari asap. Kebakaran hutan tak hanya berdampak pada kualitas udara saja, tetapi ada juga beberapa binatang yang hidup di hutan yang mati.

Berikut ini beberapa fakta tentang kebakaran hutan di pulau Kalimantan 2019 yang tak kunjung padam:

1. Sumber Api di Kedalaman

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut upaya pemadaman kebakaran dengan bom air (water bombing) untuk mengatasi karhutla di Sumatera dan Kalimantan belum bisa maksimal. Api tidak bisa dimatikan oleh water bombing karena sumber api berada di kedalaman, termasuk di kedalaman lahan gambut. Sumber api berada di bawah permukaan tanah sehingga, bila api di permukaannya padam, api di bawah tanah masih menyala.

2. Titik Panas

Berdasarkan hasil pengamatan BMKG pada Jumat (13/9/2019) tercatat titik panas pada tanggal 12 September 2019 terjadi di beberapa wilayah antara lain: 1.865 titik di Kalimantan; 412 titik di Semenanjung Malaysia dan 216 titik Sarawak-Sabah dan 1.231 titik di Sumatera. Sedangkan pantauan satelit NASA pada tanggal 12-14 September 2019 titik kabut asap makin banyak dan pekat di Kalimantan.

Tak hanya itu, menurut Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura atau NEA (National Environment Agency), masih terdapat sekitar 1.300 titik panas yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera, Indonesia.

3. Dampak Kebakaran Hutan Kalimantan

3. Dampak Kebakaran Hutan Kalimantan

Data dari Air Visual menunjukkan wilayah Palangkaraya-Kualakapuas, Kalimantan Tengah memiliki indeks kualitas udara yang membahayakan. Dapat dilihat pada tingkat 300-500 US AQI, kondisi udara sangat berbahaya karena bisa menimbulkan iritasi hingga penyakit paru-paru bagi masyarakat umum yang beraktifitas di luar rumah, terutama bagi orang-orang yang sensitif. Tak hanya itu, sejumlah ekosistem dan binatang di hutan Kalimantan ditemukan mati.

4. Ancaman Kebakaran di Ibu Kota Baru

Banyaknya jenis lahan gambut di Kalimantan membuat ancaman tersendiri yang perlu dikaji lebih dalam untuk pembangunan ibu kota baru Indonesia. Kebakaran hutan terjadi di bagian wilayah Kalimantan, mulai dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat hingga Kalimantan Timur. Hal tersebut jadi potensi bencana bagi rencana pemindahan ibu kota baru.

5. Upaya Pemadaman

Faktanya upaya pemadaman telah dilakukan dari berbagai pihak, seperti memadamkan api melalui hujan buatan, patroli, water bombing menggunakan 50 helikopter. Upaya lainnya dilakukan dengan penyegelan dan sanksi untuk perusahaan asing nakal oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar.

Laporan Kementerian LHK menyebutkan, sudah ada empat perusahaan sebagai tersangka dari kasus Karhutla yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. KLHK juga menyegel 42 perusahaan. Empat korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka adalah PT ABP, PT AER, PT SKM dari Kalimantan Barat dan PT KS dari Kalimantan Selatan. Keempat perusahaan itu bergerak di bidang sawit.



(lus/erd)