detikNews
Senin 16 September 2019, 18:22 WIB

Di Munas Hipmi, Ketua DPR Harap Pengusaha Muda Ciptakan Wirausaha Baru

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Di Munas Hipmi, Ketua DPR Harap Pengusaha Muda Ciptakan Wirausaha Baru Bamsoet di Munas Hipmi (Dok. Pribadi)
Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet berharap Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) tak hanya berkutat menjalankan usaha ekspor barang mentah, tapi juga membantu dalam hal pengembangan. Bamsoet meminta pengusaha muda turut berkontribusi bagi negara.

"Para pengusaha muda yang energik perlu melihat limpahan sumber daya alam yang ada di darat, laut, maupun dalam kandungan bumi Indonesia bisa dikembangkan menjadi aneka ragam kegiatan industri. Sehingga, tak hanya mengandalkan kegiatan usaha ekspor barang mentah saja," kata Bamsoet seperti dalam keterangannya, Senin (16/9/2019).

"Dengan demikian, pengusaha muda bisa turut berkontribusi menekan defisit transaksi berjalan yang sering kali dialami Indonesia," imbuh Bamsoet.




Memaparkan survei Sea Group bekerja sama dengan World Economic Forum (WEF) yang dirilis pada April 2019, Bamsoet menyebut 24,4 persen milenial Indonesia berusia di bawah 36 tahun lebih tertarik menjadi wirausaha ketimbang menjadi pegawai negeri sipil (17,1 persen), mengembangkan usaha keluarga (16,5 persen), ataupun bekerja di perusahaan multinasional (11,4 persen). Hipmi bersama pemerintah dimintanya tak boleh diam merespons survei tersebut.

"Keinginan milenial menjadi wirausaha harus disambut cepat oleh pemerintah maupun Hipmi sehingga Indonesia bisa melahirkan banyak wirausaha baru, khususnya yang bisa membuat nilai tambah di berbagai industri pertambangan mineral, perkebunan, maupun perikanan. Sehingga, ke depan yang kita ekspor tak hanya bahan mentah, melainkan juga barang jadi yang sudah diproduksi di dalam negeri," tutur Bamsoet.


Dia menjelaskan, walaupun saat ini jumlah wirausaha Indonesia sudah mencapai 3,1 persen dari populasi penduduk atau sekitar 8,06 juta jiwa dari 260 juta jiwa penduduk, jumlah tersebut menurutnya belum mampu mendongkrak perekonomian nasional menjadi lebih bergeliat. Indonesia, menurut Bamsoet, masih perlu mengejar berbagai negara tetangga, seperti Singapura dengan rasio wirausaha mencapai 7 persen ataupun Malaysia yang berada di angka 5 persen.

"Melihat hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2015 yang memproyeksikan pada tahun 2020 penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 269,6 juta jiwa, di mana 185,34 juta jiwa merupakan kelompok usia produktif (15-64 tahun), membuat Indonesia dilimpahi bonus demografi. Hal ini harus dimanfaatkan sebesarnya untuk melahirkan wirausaha baru sehingga penduduk usia produktif tak hanya menjadi beban negara, melainkan menjadi berkah bagi bangsa," jelas Bamsoet.
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com