Anggota FKB-FPG Minta Tunjangan DPR Ditunda
Jumat, 28 Okt 2005 11:34 WIB
Jakarta - Interupsi mengenai tunjangan DPR ikut mewarnai sidang paripurna pengambilan keputusan RAPBN 2006. Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) dan Fraksi Partai Golkar (FPG) meminta tunjangan itu ditunda.'Sentilan' mengenai tunjangan DPR disampaikan anggota FKB Saefullah Maksum dalam sidang paripurna di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/10/2005).Maksum meminta pimpinan DPR memberikan penjelasan mengenai kenaikan tunjangan operasional kepada masyarakat karena telah terjadi kesimpangsiuran."Menjelang hari Lebaran, Natal, dan Tahun Baru, rakyat semakin sulit akibat kenaikan BBM. Karenanya, sangat arif kalau kita menunda rencana pemberian tunjangan DPR," kata Maksum."Jika dana tetap cair dan tidak bisa ditunda, saya dan teman-teman yang sependapat dengan saya tidak akan bisa menerima tunjangan tersebut sampai waktu yang layak dan memungkinkan," lanjutnya.Interupsi senada disampaikan anggota FPG Yudi Chrisnandi yang meminta agar pandangan masyarakat mengenai tunjangan DPR tidak diabaikan."Kalau menimbulkan kontroversi dan keberatan dari masyarakat lebih baik ditunda dulu," ujar Yudi.
(aan/)











































