Paripurna DPR Bahas Anggaran Kepresidenan Telat 1 Jam
Jumat, 28 Okt 2005 10:46 WIB
Jakarta - Sidang paripurna DPR untuk mengambil keputusan terhadap RAPBN 2006 yang di dalamnya mengatur kenaikan anggaran kepresidenan telat 1 jam. Gara-garanya apalagi kalau bukan anggota DPR yang telat datang.Rapat paripurna yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB, Jumat (28/10/2005) baru dibuka pukul 10.00 WIB. Itu pun tak semua anggota DPR menghadiri pembahasan penting tersebut. Dari 548 anggota dewan, yang menghadiri sidang hanya 298 orang. Sementara mewakili pemerintah telah hadir Menteri Keuangan Jusuf Anwar. Nyaris semua fraksi hanya menghadirkan setengah anggotanya untuk mengikuti sidang tersebut. Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif yang memimpin sidang menyatakan anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) yang hadir hanya 55 orang dari 129 anggota.Dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) hadir 89 orang dari 109 anggota. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) hadir 25 orang dari 57 anggota. Fraksi Partai Demokrat (FPD) hadir 40 orang dari 56 anggota. Kemudian Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) hadir 24 orang dari 56 anggota. Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) hadir 29 dari 52 anggota. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) hadir 25 dari 46 anggota. Fraksi Partai Bintang Reformasi (FPBR) hadir 7 orang dari 14 anggota. Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS) hadir 6 orang dari 13 anggota. Lantas Fraksi Partai Bintang Pelopor Demokrasi (FPBPD) hadir 8 orang dari 20 anggota.Hingga kini anggota DPR masih terus berdatangan memasuki ruang sidang. Kendati begitu jumlah yang berdatangan juga tidak besar. Tambahan anggota yang masuk hanya satu dua orang. Bahkan yang menyedihkan beberapa anggota dewan datang hanya untuk tanda tangan dan kemudian keluar lagi dari ruang sidang. Kalau begitu, apa fungsinya kenaikan tunjangan DPR Rp 10 juta per bulan?
(iy/)











































