detikNews
Minggu 15 September 2019, 21:36 WIB

Cerita Anak Mantan Ajudan Taruh Surat dan Foto Berbingkai di Pusara Habibie

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Cerita Anak Mantan Ajudan Taruh Surat dan Foto Berbingkai di Pusara Habibie Foto: Bingkai foto dan surat dari anak mantan ajudan Habibie (Jefrie/detikcom)
Jakarta - Presiden ke-3 RI Baharudin Jusuf (BJ) Habibie menjadi inspirasi oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya, Untag Pranata (29), pria yang mengaku anak dari mantan ajudan Habibie ini sangat mengagumi sosok BJ Habibie.

Siang tadi Untag berziarah ke makam BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (15/9/2019). Dia menaruh foto berbingkai dan menulis surat untuk mendiang BJ Habibie.

"Ayah saya salah satunya ada di foto itu. Ayah saya itu ajudan pak Habibie pas masa awal menjabat sampai akhir, terus Almarhum pak Gus Dur, sama ibu Mega pas di awal-awal. Jadi saya naruh foto di situ maksudnya saya dulu pernah ketemu sekali sama pak Habibie kan di acara kalau nggak salah buka puasa bareng sama adiknya pak Habibie, Ibu Yayuk. Kebetulan Ibu Yayuk itu tantenya teman dekat saya," kata Untag saat dihubungi.


Dia beberapa kali sempat bertemu dengan BJ Habibie tetapi dia sungkan untuk menegur Presiden ke-3 RI tersebut. Dia ingin menanyakan masih ingatkan Habibie dengan ayahnya, Halba Rubis Nugroho. Pada momen lebaran tahun 2019 pun dia sempat bertemu kembali saat Habibie berziarah ke makam istrinya, Ainun, namun juga tidak sempat bertegur sapa.

"Bulan Juni kemarin (saat hari lebaran) di makamnya bu Ainun saya ketemu lagi. Waktu itu dikelilingin sama ajudannya juga terus sama cucunya juga. Saya waktu itu pengen ngobrol juga cuma kayaknya beliau lagi baca doa. Tujuan saya ke sana mau ngelayat kakek saya dan ibu Ani yang baru meninggal," sambungnya.

Saat itu, anak ke dua (satu-satunya anak laki-laki) dari empat bersaudara ini, mengurungkan niatnya menegur Habibie dan merasa masih ada kesempatan di waktu yang lain. Namun ternyata hal tersebut tidak sempat terealisasi karena BJ Habibie telah meninggal dunia pada hari Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto di usianya yang ke-83.

"Saya mikir kok kayak ada yang nyangkut, sedih nggak sempet cerita sama pak Habibie. Yaudah saya buat surat berupa foto. Jadi suratnya itu saya taruh di (belakang) foto itu. Kayak udah ketahan-tahan aja cuman saya kayak udah keburu nyesel juga. Jadi ya saya tulis surat, saya taruh di situ, supaya hati saya lega aja gitu," imbuh Untag.



Dia pun memutuskan untuk menulis surat dan menaruh foto yang memperlihatkan BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan ayahnya. Dia mengatakan mengatakan ayahnya, Halba Rubis Nugroho, berada di sebelah kiri foto tepat di belakang BJ Habibie.

"Kalau di foto di sebelah kiri. Itu kebetulan ayah saya sudah meninggal juga. Jujur gak terlalu inget (momen di foto). Tapi kalau nggak salah pas lagi transisi pas pak Gus Dur lagi dilantik kalau gak salah deh. Udah lama banget," tuturnya.

Menulis surat dan menaruh foto di pusara BJ Habibie itu menjadi sebuah kepuasan tersendiri baginya. Pria yang menempuh S1-nya di bidang Aktivisual Intelijen di Malaysia ini mengatakan BJ Habibie sangat berjasa, khususnya di bidang kemajuan teknologi.

"Saya tulis di sebuah medium saja jadi saya tulis surat itu, di belakang fotonya saya tulis. Jadinya saya secara batin tuh udah puas. Istilahnya saya sudah ngelepasin. (Fotonya ada di) bingkai putih. Saya tulis di belakang foto (suratnya). Saya tulis tangan. Soalnya buru-buru juga nulis suratnya. Yaudah saya tulis di belakang foto aja, saya bawa ke Kalibata," jelasnya.


Untag menyebutkan, ayahnya bercerita banyak hal kepadanya terkait BJ Habibie, khususnya mengenai kegemaran BJ Habibie dalam membuat pesawat. Dia juga kagum dengan sikap BJ Habibie yang masih mau kembali ke Indonesia untuk membangun perusahaan pembuat pesawat sendiri meski pun dirasa sudah hidup terjamin di Jerman.

"Saya pernah dikasih buku juga sama bapak (soal pak Habibie). Saya baca, jalan hidupnya sangat menarik. Dia itu inspirasi banget. Dia udah enak di Jerman terus dia pulang ke Indonesia karena mau bikin IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara) itu untuk bikin perusahaan sendiri. Saya baca lagi bukunya ternyata sikap patriotlah gitu, terharu juga," tutupnya.

Cerita Anak Mantan Ajudan Taruh Surat dan Foto Berbingkai di Pusara HabibieFoto: Bingkai foto dan surat dari anak mantan ajudan Habibie (Jefrie/detikcom)




Bagi Untag, BJ Habibie merupakan inspiratornya dan memalui foto dan surat yang dia tulis menjadi bentuk ketulusanya dalam mengidolakan sosok BJ Habibie. Beginilah isi surat yang ditulis Untag bagi mendiang BJ Habibi.

Dear Mr. Crack,

Sudah tiga orang yang saya tau di foto ini, orang-orang yang telah berbakti untuk bangsa telah tiada. Yaitu bapak sendiri Alm. Prof. BJ Habibie, Alm. Gusdur, dan Alm. Halba Rubis Nugroho. Saya sangat kaget dan sedih dengan kepergian bapak bertemu sang pencipta. Saya belum sempat berbicara dengan bapak, padahal satu waktu pernah ada kesempatan saat puasa tahun lalu di rumah adik bapak Ibu Yayuk. Kita sempat shalat maghrib bersama, tapi saya malu berbicara dengan bapak. Saya ingin sekali menanyakan apakah masih ingat dengan Alm. Halba Rubis Nugroho ajudan bapak dulu, beliau juga adalah ajudan Alm. Gusdur dan Ibu Megawati. Beliau orang yang sangat berarti untuk saya, beliau dan bapak yang memberikan saya inspirasi sebagai negarawan dan di bidang teknologi. Karena itu, saya titip salam sayang untuk ayahanda saya disana pak. Selamat jalan bapak Habibie, jasamu akan selalu dikenang oleh putra dan putri NKRI. Go fly away.

Salam Hormat,

UP


(fdu/fdu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com