Anggaran Kepresidenan:
Jubir vs Menkeu + Seskab
Jumat, 28 Okt 2005 08:10 WIB
Jakarta - Peninjauan ulang kenaikan anggaran kepresidenan 2006 belum ketahuan juntrungannya. Silang pernyataan antara Lembaga Kepresidenan dengan Departemen Keuangan terus berlangsung. Padahal melalui paripurna DPR pengesahannya akan digelar hari ini. Jubir Kepresidenan Andi Malarangeng, hingga tadi malam masih menyatakan bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak berkenan dengan usulan kenaikan sebesar 57,77 persen atau Rp 420 miliar itu. Besaran itu dianggap kurang mencerminkan empati pemerintah terhadap kesulitan ekonomi rakyat pasca kenaikan BBM per 1 Oktober 2005."Presiden memang meminta (pejabat terkait) untuk menghitung ulang anggaran tersebut," ujarnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2005).Pernyataan itu sangat bertolak belakang dengan Menkeu Jusuf Anwar. Beberapa jam sebelumnya, dia mengaku belum ada permintaan penurunan usul persentase kenaikan anggaran. Maka tidak ada alasan baginya untuk menghitung kembali."Besar anggaran tidak akan diturunkan. Kalau diturunkan takutnya kinerja kepresidenan tidak akan optimal," jelasnya di sela rapat dengan Panitia Anggaran DPR.Bukan sekali itu saja silang pernyataan terjadi. Selama dua hari terakhir, Menkeu Jusuf Anwar dan Seskab Sudi Silalahi kewalahan meluruskan dan mengoreksi pernyataan SBY yang disampaikan melalui Jubir Andi Malarangeng pada Rabu (26/10/2005) pekan ini.Bahwa SBY kaget dengan berita kenaikan anggaran yang diketahuinya dari media massa. Sebelumnya, SBY sama sekali tidak pernah menerima laporan mengenai usulan Depkeu itu. Menkeu kontan membantah. Menurutnya, usulan kenaikan anggaran operasional 2006 yang diajukannya ke DPR telah mendapat persetujuan kabinet. Bahkan rapat pembahasannya pun dipimpin langsung oleh SBY selaku Kepala Pemerintahan.Pernyataan itu didukung oleh Seskab Sudi Silalahi. Bahwa benar Menkeu menyampaikan secara umum rencana kenaikan anggaran setiap departemen dan lembaga negara lainnya pada rapat kabinet. Termasuk lembaga kepresidenan yang mencakup Presiden dan Wakil Presiden.Tapi rupanya, pernyataan kedua pejabat teknis di atas menurut Jubir Kepresidenan tidak sesuai dengan yang diketahuinya. "Selama ini tidak pernah dilapori. Yang dilaporkan anggaran 2005, yang 2006 belum pernah. Terutama bagaimana kenaikannya dibanding 2005," ujar Malarangeng semalam.Dia menyadari penjelasannya seputar kenaikan anggaran kepresidenan bertentangan dengan pernyataan Seskab dan Menkeu. Malarangeng menegaskan, apa yang disampaikannya selaku jubir, sepenuhnya merupakan tanggapan SBY atas masalah ini. "Saya (berbicara) mewakili Presiden," tandasnya.
(atq/)











































