detikNews
Sabtu 14 September 2019, 08:57 WIB

Ingin Jadi Pemandu Wisata, Bocah di Bukit Kelam Ini Kursus Bahasa

Akfa Nasrulhak - detikNews
Ingin Jadi Pemandu Wisata, Bocah di Bukit Kelam Ini Kursus Bahasa Foto: Akfa Nasrulhak
Sintang - Fitri dan Elga, dua siswi SMP Negeri 2 Kelam Permai, Desa Kebong, Kabupaten Sintang Kalimantan Barat tampak ceria mengikuti kelas Bahasa Inggris. Kelas tersebut diadakan di rumah betang, rumah khas dayak yang dibangun oleh pemerintah desa di kaki Bukit Kelam.

Meski kursus Bahasa Inggris digelar dalam dua minggu sekali, Fitri dan Elga sangat antusias mengikuti program tersebut. Mereka rela menempuh jarak hingga 30-40 menit dari rumahnya untuk mengais ilmu.

Elga mengaku bersemangat belajar bahasa Inggris karena bercita-cita ingin menjadi pemandu wisata, terutama bagi wisatawan mancanegara. Melihat pesona Bukit Kelam yang memang sering dikunjungi baik wisatawan lokal maupun mancanegara, membuat Elga tergerak hati siap membantu turis tersebut mengenal lebih dekat tentang Bukit Kelam.

Rumah Betang Khas Dayak, KalimantanRumah Betang Khas Dayak, Kalimantan Foto: Akfa Nasrulhak



"Belaja bahasa Inggris di sini menyenangkan, dan mudah dipelajari. Gurunya ramah, baik. Saya cita-citanya ingin kalau ada turis gitu, pengennya menemani turis untuk berkeliling di Bukit Kelam. Saya ingin menjelaskannya dalam bahasa inggris," ujar Elga di sela-sela kegiatan kurus bahasa inggris di rumah betang Desa Kebong, Selasa (27/8/2019).

Sementara itu, Fitri mengaku waktu belajar bahasa Inggris di rumah betang tersebut sangat kurang. Ia berharap kegiatan yang menyenangkan tersebut dapat digelar setiap hari.

"Pengennya saya ingin belajarnya setiap hari, kalau di sini kan dua minggu sekali, jadi kurang bagi kami," ujarnya.

Salah satu pengajar Siti Hajaroh menjelaskan kursus bahasa inggris tersebut merupakan bagian dari program dari perpustakaan daerah Kabupaten Sintang dalam program transformasi perpustakaan dalam inklusi sosial. Kursus tersebut bisa diikuti oleh seluruh anak desa tersebut secara gratis. Hingga kini, sekitar 50 orang siswa aktif mengikuti pelajaran bahasa Inggris.

"Jadi kita di Desa Kebong ini untuk mengajar bahasa Inggris secara gratis ini awalnya dari kegiatan kita di perpustakaan daerah dalam program transformasi perpustakaan dalam inklusi sosial. Desa Kebong ini menjadi salah satu desa binaan kita. Jadi desa-desa diharapkan mempunyai kegiatan, salah satunya kita pilih les bahasa Inggris secara gratis. Karena, mengingat potensi di sini ya, untuk turis itu jadi kita pilih les bahasa inggris," ujarnya,

Selain itu, lanjut Siti, pihaknya juga ingin membangun kesadaran masyarakat khususnya untuk anak-anak agar mereka menyukai Bahasa Inggris.

"Karena biasanya yang di otak mereka itu, bahasa Inggris merupakan pelajaran yang susah, Makanya kita datang ke sini dengan membawa metode yang fun ya. Jadi mudah-mudahan nanti setelah les sama kita, mereka suka dengan les bahasa Inggris," ujarnya.

Siti berhasil membuat para siswa antusias belajar bahasa Inggris dengan riang gembira. Menurut Siti, hal itu karena metode pembelajaran yang dilakukan dibuat secara informal dan memposisikan guru layaknya teman yang akrab.



"Metode belajar ini dengan mengakrabkan diri dengan anak-anak sambil bermain. Jadi tidak formal, memang kami di sini sebagai guru tapiu tidak guru formal. Kadang kita belajar sambil bernyanyi, jadi biar gampang di serap," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebong, Duman mengatakan rumah betang tersebut salah satu icon yang menurutnya sangat baik. Karena selain bisa dijadikan pusat kegiatan kursus, juga bisa menjadi tempat berkumpul masyarakat.

"Sebelum ada rumah betang ini, tempat mengumpulkan masyarakat untuk membuat acara itu tidak ada. Nah, kita mulai merintisnya dari situ. Sehingga setelah kita buat betang ini menjadi ramai karena ini kesempatan masyarakat bisa berkumpul, bermusyawarah untuk menentukan pembangunan seperti apa yang dibutuhkan masyarakat itu," ujarnya.

Soal pendidikan, lanjut Duman, pihaknya memang berkehendak untuk membuat satu kegiatan kursus bahasa Inggris di rumah betang yang dibangun dengan dana desa tahun anggaran 2015 tersebut. Namun, saat itu ia bingung soal tenaga pengajar. Hingga akhirnya, pihak perpustakaan dari Provinsi Kalimantan Barat merealisasikan kegiatan tersebut dengan mengirimkan tenaga pengajar dari dinas perpustakaan daerah.



"Mereka datang ke tempat kita, mereka menyampaikan bahwa memang perpustakaan ini bukan hanya tempat taman bacaan saja, tetapi kita bisa gali potensi dan membuat kegiatan salah satunya les bahasa Inggris," ujarnya.

Dipilihnya bahasa Inggris, lanjut Duman, karena ini memang ada kaitannya dengan pariwisata. Ia berharap selama ini orang mengenal Bukit Kelam ini yang luar biasa dan indah sehingga mendatangkan banyak turis.

"Namun, mereka lebih membawa orang-orang luar yang bisa translate bahasa Inggris untuk menjadi pemandunya. Makanya saya berpikir, kenapa tidak masyarakat di sini saja kita berdayakan, supaya ke depannya mereka tidak lagi membawa orang luar. Cukup dari warga Desa Kebong ini yang menemani turis itu untuk diterjemahkan bahasa Inggrisnya," ujarnya.

"Makanya saya ingin mendidik anak-anak ini, supaya bisa lancar bahasa Inggrisnya. Ke depan mereka bisa kita berdayakan untuk mendampingi para turis tersebut," tambahnya.

Untuk mengetahui kabar terbaru dari Kemendes PDTT bisa dilihat di sini.


(ujm/ujm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com