detikNews
Sabtu 14 September 2019, 07:45 WIB

Round-Up

Geger Perploncoan Siswa SD untuk Latihan Tawuran

Isal Mawardi - detikNews
Geger Perploncoan Siswa SD untuk Latihan Tawuran Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Bekasi - Sebuah video miris menggegerkan dunia pendidikan. Tujuh orang siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) di Bekasi diplonco oleh teman sekelasnya.

Dalam video yang beredar, tampak 7 siswa duduk jongkok. Ketujuh siswa itu menghadap seorang siswa yang berdiri seperti memberikan arahan.

Semua anak dalam video itu mengenakan seragam sekolah. Seseorang di balik rekaman video, kemudian memberikan 'arahan' agar siswa yang berdiri itu ditampar.

Siswa itu kemudian menampar ketujuh siswa yang sedang jongkok tadi di bagian kepala. Video tersebut tersebar luas di media sosial. Usut punya usut, perploncoan itu dilakukan sebagai 'latihan' bagi para korban sebelum diajak untuk tawuran.




Dirangkum detikcom, peristiwa itu terjadi di sebuah SD di Bekasi, pada Senin (9/9) pagi lalu. Para korban dan pelaku kemudian berkumpul di lorong di lingkungan sekolah.

"Habis upacara, ada jeda sedikit waktu, kemudian teman-temannya itu dipanggil satu kelas, karena ada rencana mereka mau nyambangi anak-anak SD lain. Mengajak untuk menyambangi SD lain karena katanya sih mau tawuran," kata seorang guru di SD tersebut, AS kepada wartawan, di Bekasi, Jumat (13/9/2019).

Sebelum mereka benar-benar diturunkan dalam tawuran, ketujuh siswa itu kemudian diberi 'pelatihan' oleh pelaku. 'Pelatihan' itu berupa tamparan dari pelaku.

"Yang dipukul itu sebetulnya kaya model 'latihan' dulu. Iya, jadi anak-anak biar tegar untuk menyambangi SD lain itu, mereka latihan dulu," sambungnya.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto mengatakan pihaknya telah menyelidiki kejadian itu. Para pihak terkait telah dikumpulkan dan menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

"Telah dilakukan problem solving oleh Kanit Binmas dengan mengikutsertakan KPAI Bekasi, Disdik, pihak sekolahan, orang tua korban maupun terduga pelaku," ujar Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto.











KPAI Bekasi juga turun tangan menangani kasus ini. Dari hasil investigasi, para pelaku mengaku terinspirasi dari media sosial.

"Ketika kita observasi awal, si anak ini memang ininya (terinspirasi) dari media sosial, dari YouTube," ujar Ketua KPAD Kota Bekasi, Aris Setiawan, ketika dihubungi, Jumat (13/9/2019).

Aris menyebutkan pelaku sering menonton video yang mempertontonkan adegan kekerasan di YouTube. Pelaku dengan mudah melakukan pencarian konten video kekerasan di YouTube.

Aris memastikan kasus ini tidak akan berlanjut ke proses hukum setelah para pihak menyepakatinya. Aris juga memastikan pelaku dan korban tetap bersekolah di sekolah yang sama.

"Sudah disampaikan tentang upaya penanganannya dari KPAD, tidak lanjut ke proses hukum dan sudah disepakati. Tinggal memang dan anak-anak tetap bisa sekolah, cuma kita tindak lanjuti dengan konseling pelaku dan korban," ujar Aris.

Anak pelaku dan korban akan diberikan konseling. Hal ini dilakukan sebagai trauma healing.

"Secara medis lengkap kita belum tahu, itu orang tua sudah saling memaafkan, kita upayakan terhadap traumanya, apapun itu kemarin sudah kita tanya, mau dituntaskan sendiri, mau periksa sendiri, tapi tidak dilanjuti proses hukumnya," ujarnya.

Aris mengatakan kasus perpeloncoan ini sudah tuntas. Dia berharap tidak ada kejadian serupa terulang.


(isa/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com