detikNews
Sabtu 14 September 2019, 01:44 WIB

Kepala BPPT Ungkap Jasa BJ Habibie Majukan Teknologi Dirgantara RI

Dwi Andayani - detikNews
Kepala BPPT Ungkap Jasa BJ Habibie Majukan Teknologi Dirgantara RI Foto: Kepala BPPT Hammam Riza dan BJ Habibie (Dok BPPT)
Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengenang jasa Presiden ke-3 RI BJ Habibie. Sebagai lembaga yang dibentuk Habibie, BPPT berkomitmen untuk terus berinovasi.

"Jadi BPPT itu adalah legacy dari Eyang Habibie, legacy semangat Presiden RI ke-3. BPPT akan terus melahirkan inovasi dan layanan teknologi terbaik untuk Indonesia Maju. Selalu ada, forever and ever membawa spirit Habibie membangun Indonesia melalui pemanfaatan iptek dan inovasi," ujar Kepala BPPT Hammam Riza, dalam keterangan tertulisanya, Sabtu (14/9/2019).



Hammam mengatakan Habibie menginisiasi kerja sama pertama Indonesia dengan industri manufaktur pesawat asal Spanyol, CASA, dalam memproduksi pesawat. Menurutnya, cara kerja Habibie dilakukan dengan cara mereproduksi atau membuat ulang model yang sudah ada.

"Dari kerja sama tersebut, kita bisa menghasilkan dua model pesawat yakni, CN 212 dan CN 235. Yang membanggakan dari kerja sama ini, kita sudah mampu membuat N 250, dimana huruf C-nya sudah hilang. Ini berarti semuanya sudah produksi dalam negeri, hasil dari reverse engineering. Semua itu upaya agar kita bisa mengejar ketertinggalan teknologi," ungkapnya.



Hammam menyebut cara seperti ini juga dilakukan oleh Tiongkok dalam memproduksi kereta cepat. Hammam mengatakan China awalnya membeli kereta dari Jerman yang kemudian dimodifikasi sehingga bisa diproduksi di dalam negeri. Hal ini dinilai mampu dipakai untuk mengejar ketertinggalan teknologi.

"Tiongkok sendiri telah mampu membuktikan dampak positif dari reverse engineering. Mereka secara bertahap mampu mengejar ketertinggalan teknologi dalam produksi kereta cepat," tuturnya.



Hammam menilai warisan Habibie tidak bisa dipadamkan karena berupa keberhasilan. Dia menilai Habibie sebagai pahlawan teknologi di Indonesia.

Hammam mengatakan Habibie punya filosofi berawal di akhir dan berakhir di awal. Kalimat tersebut menjelaskan cita-cita besar Habibie guna melakukan transformasi industri Tanah Air.

Diketahui, Habibie juga sosok yang merintis PT Dirgantara Indonesia, industri pesawat terbang di Indonesia dan wilayah Asia Tenggara. Habibie juga jadi inisiator berdirinya industri kapal, PT PAL.

BJ Habibie wafat dalam usia 83 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pukul 18.05 WIB (11/9). Habibie dimakamkan tepat di samping makam istrinya, Hasri Ainun Besari, di Taman Makam Pahlawan (TMP). Presiden RI Joko Widodo menjadi inspektur upacara dalam pemakaman BJ Habibie kemarin, Kamis (12/9).


(dwia/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com