detikNews
Sabtu 14 September 2019, 00:12 WIB

Terkait Demo Ricuh di KPK, Tak Ada Massa yang Diamankan Polisi

Tim detikcom - detikNews
Terkait Demo Ricuh di KPK, Tak Ada Massa yang Diamankan Polisi Demo ricuh di KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: KPK di Ujung Tanduk
Jakarta - Demo di depan KPK siang hari tadi berujung ricuh ketika massa hendak mencabut kain hitam yang menutupi logo KPK. Polisi menyatakan tidak ada yang diamankan polisi dalam demo yang diwarnai pelemparan batu itu.

"Sejauh ini tidak ada yang kita amankan ya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Jumat (13/9/2019).

Argo mengatakan massa menggelar demo untuk menyatakan mendukung revisi UU RI nomor 30/2002 tentang KPK, dibentuknya dewan pengawas, dan meminta KPK untuk memecat Novel Baswedan.


Di tengah-tengah aksi, massa mulai merusak dan membakar karangan bunga yang ada di halaman KPK. Karangan bunga tersebut berisikan pernyataan prihatin terkait revisi UU KPK dan proses seleksi capim KPK yang dianggap bermasalah.

"Saat pelaksanaan unras awalnya berjalan damai lalu masa merusak papan bunga ucapan dan membakarnya. Polisi langsung memadamkannya dengan apar," jelas Argo.

Massa yang berdemo itu menamakan diri Himpunan Aktivis Indonesia dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI. Mereka menyinggung soal revisi UU KPK. Mereka menyebut revisi UU itu untuk memperkuat KPK dan memberi ucapan selamat atas terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK yang baru.

Argo mengatakan polisi sempat menjadi fasilitator dengan cara mempertemukan perwakilan dari kedua belah pihak. Namun, pertemuan itu tidak berlangsung.

Terkait Demo Ricuh di KPK, Tak Ada Massa yang Diamankan PolisiFoto: Ari Saputra

Massa yang kecewa langsung memaksa masuk gedung KPK dan membuka kain hitam yang menutupi logo KPK. Massa juga melempar batu ke arah polisi dan gedung KPK.




"Masa melempari petugas dan arah ke gedung KPK dengan kayu dari patahan papan bunga ucapan. Polisi menahan massa dan bernegoisasi dengan pengunjuk rasa, mendorong untuk dibubarkan sampai menembakkan gas air mata," kata Argo.

Setelah itu, polisi memperketat pengamanan di gedung KPK dengan menambah anggota sebanyak 1 kompi. Polisi kemudian menenangkan massa dan mengarahkannya untuk bubar namun gedung KPK tetap dijaga polisi saat itu.

Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya juga mengatakan tak ada massa yang ditahan. "Tidak ada yang diamankan," ucap Andi saat dikonfirmasi terpisah.

Diberitakan sebelumnya, dalam kericuhan tersebut, massa juga sempat melemparkan batu ke arah gedung KPK. Namun polisi mengumpulkan barang bukti kerusuhan itu seperti barang-barang yang dibakar hingga batu yang dilemparkan itu.


Polisi juga menyatakan akan mendalami kericuhan ini. Pada sore tadi, tidak ada massa yang diamankan. Polisi mengatakan pihaknya memiliki pertimbangan khusus tidak menangkap pelempar batu itu.

"Belum ada yang kita amankan. Tapi akan kita dalami, saksi-saksi akan kita periksa," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnomo di depan gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/9).

"Kita kan ada beberapa metode, berdasarkan kekuatan personel yang ada. Ada pertimbangan khusus. Sudah kita dokumentasikan, nanti pelakunya akan kita cari," ujarnya.
(sam/idh)
FOKUS BERITA: KPK di Ujung Tanduk
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com