Soal Reshuffle Kabinet, Menteri-Menteri Pasrah
Kamis, 27 Okt 2005 23:54 WIB
Jakarta - Desakan bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk me-reshuffle kabinetnya terus mencuat. Namun hal ini tidak membuat para menteri menjadi khawatir kehilangan jabatannya. Mereka mengaku pasrah karena selama memegang jabatannya, telah berusaha sebaik mungkin melaksanakan kewajibannya."Saya serahkan kepada presiden. Menteri hanya pembantu. Kita sendiri sudah melakukan kontrak politik untuk bisa dievaluasi kerjanya setiap tahun dan selebihnya saya serahkan kepada presiden," kata Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf kepada wartawan usai acara peringatan 77 tahun Sumpah Pemuda di gedung GP Anshor, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2005).Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora), Adhyaksa Dault. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada presiden mengenai penilaian kinerjanya selama setahun ini. "Saya bekerja berdasarkan suara presiden. Diteruskan syukur, tidak juga syukur. Jabatan bukan segala-galanya tapi amanat," tandasnya.Dia pun menjelaskan kinerjanya selama setahun ini. Selama setahun ini, dia lebih banyak mengerjakan pada tataran undang-undang, yang baginya merupakan fondasi agar bidang olahraga lebih maju ke depannya. "UU olahraga sudah ada. Saya berorientasi pada hasil dan proses, bukan pada kekuasaan," tegas Adhyaksa.Dia juga berambisi membuat seribu rumah bagi para atlet. Kebijakan ini, menurutnya, sudah mengalami kemajuan dengan ditandatanganinya MoU antara Menteri Perumahan Rakyat dengan pihaknya. "Total membutuhkan dana Rp 4,2 miliar. Saya harus carikan anggarannya," ujarnya.
(atq/)











































