Soal Percaloan, BK DPR Datangi Sesmen Menpora
Kamis, 27 Okt 2005 23:47 WIB
Jakarta - Meski belum membuahkan hasil, Badan Kehormatan (BK) DPR terus menyelidiki anggotanya yang terlibat percaloan. Kini Ketua BK DPR Slamet Effendi Yusuf mendatangi Sekretaris Menteri Kementerian Menpora. Langkah ini dilakukan untuk memastikan adanya pembicaraan melalui telepon tentang anggaran biaya tambahan (ABT). BK mempunyai data adanya telepon yang dilakukan anggota DPR dengan inisial TD yang meminta fee 15 persen dari anggaran Rp 8 miliar jika Kementerian Menpora mau mempunyai anggaran lebih."Kita ingin memastikan adanya pembicaraan itu atau tidak, karena ada informasi ada dialog antara salah seorang anggota DPR yang membicarakan ABT dengan Sekmen," kata Slamet kepada wartawan di Gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2005).Pengecekan ini juga dilakukan oleh empat anggota BK lainnya yaitu Munawwar Sholeh, Saleh Djasid dan Zaenal Madji. Menurut Slamet, telepon antara angota DPR dengan Sesmen itu terjadi pada minggu pertama hingga kedua bulan September. Namun dia tidak mau menjelaskan lebih lanjut karena belum dirapatkan dalam pleno BK."ABT sudah disepakati, angka tertentu, tapi ditawarkan anggota itu untuk ditambahkan dengan syarat sistem persen," tandasnya.Namun menurut Slamet, Sesmen menolak tawaran itu karena dia memperkirakan penambahan anggaran sulit dikabulkan. Sebelumnya, anggota DPR yang juga Panitia Anggaran dari Fraksi PAN, Totok Daryanto mengaku telah menelepon mitra kerjanya tersebut. Namun dia berkilah bahwa tujuannya hanya untuk guyon.
(atq/)











































