Dampak BBM Naik, Penumpang Kereta Ekonomi Naik 30%
Kamis, 27 Okt 2005 23:30 WIB
Jakarta - Kempesnya kantong memaksa sebagian masyarakat untuk lebih memilih menggunakan kereta ekonomi. Di tahun ini, jumlah penumpang yang menggunakan kereta ekonomi naik 30 persen dibanding tahun lalu."Tiga hari terakhir ini telah terjadi peningkatan jumlah penumpang kereta ekonomi. Ini artinya masyarakat kita memang memilih kelas ekonomi yang harganya tidak dinaikkan," kata Menhub Hatta Radjasa di Stasiun Senen seusai meluncurkan Pelaksanaan Angkutan Lebaran Terpadu 1426 H yang dimulai pada H-7 Lebaran, Kamis (27/10/2005).Hatta sekaligus meresmikan satu rangkaian kereta ekonomi Kertajaya yang baru bersama Meneg BUMN Sugiharto. Kereta ini adalah produksi PT INKA yang terdiri dari 10 gerbong yang melayani jalur Senen - Surabaya Pasar Turi.Hatta menambahkan, jumlah penumpang kereta non ekonomi hingga saat ini malah mengalami penurunan walaupun jumlahnya tidak signifikan. Dampak dari kenaikan harga BBM merupakan faktor yang membuat tingginya permintaan tiket kelas ekonomi ini. "Bisa dibilang begitu, tapi bisa juga dibilang peluang untuk berhemat," tandasnya.Rp 70 Miliar untuk PT KATiket kereta ekonomi tidak mengalami kenaikan harga seperti pada tiket kereta non-ekonomi. Untuk menutup biaya operasional kereta ekonomi, pemerintah telah menyiapkan subsidi Rp 70 miliar dalam bentuk Public Service Obligation (PSO). "PSO sudah disetujui sebesar Rp 70 miliar dan sudah diberikan pada PT KA," ujar Meneg BUMN Sugiharto.Sugiharto menambahkan, pemerintah juga telah merencanakan penambahan jumlah PSO untuk tahun 2006, namun belum bisa ditentukan besarannya.
(atq/)











































