Ledakan di Bus Omega Palu-Tentena, 1 Luka Bakar

Ledakan di Bus Omega Palu-Tentena, 1 Luka Bakar

- detikNews
Kamis, 27 Okt 2005 22:10 WIB
Palu - Sebuah ledakan terjadi di bus penumpang PO Omega, sekitar pukul 11.30 WITA di KM 14 jalan Trans Sulawesi Jalur Palu-Parigi. Ledakan itu mengakibatkan seorang penumpang terluka akibat luka bakar yang serius. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng AKBP Rais Adam yang ditemui detikcom petang tadi hanya mengatakan bahwa belum diketahui apakah itu bom atau tidak. "Kita sementara menyelidikinya. Belum diketahui pasti apakah itu benar-benar bom atau benda lain semisal tabung gas," kata Rais, Kamis (27/10/2005).Adapun Nurjami, penumpang yang menjadi korban telah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parigi Moutong karena mengalami luka bakar yang serius. Korban adalah warga Desa Saatu, Kecamatan Poso Pesisir, Poso.Polisi dari Polres Parigi Moutong, saat ini sudah memasang police line di tempat kejadian perkara (TKP). Sopir bus PO Omega dengan nomor polisi DN 7800 A itu disopiri Ovan Tan Harjo. Ia sudah dimintai keterangan oleh Polisi. Saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Ovan mengatakan bahwa sepertinya ledakan berasal dari bawah kursi nomor 19 dan 20. "Bus ini berangkat dari Palu sekitar pukul 09.00 Wita. Ketika melewati jalur kebun kopi, kilometer 12 tiba-tiba terdengar ledakan keras," aku dia.Bus yang membawa penumpang 12 orang ini berangkat dari Palu menuju Tentena sekitar pukul 09.00 WITA. Sayangnya, Pemilik PO Omega perwakilan Palu tidak mau memberikan keterangan. Dari analisa sementara sumber detikcom, bahwa kemungkinan besar ledakan itu bukan berasal dari bom. Sebab jika bom sudah pasti akan menimbulkan banyak korban. Apalagi busnya tidak terlalu besar."Laporannya hanya ada satu korban, jadi kemungkinan bukan bom. Jika bom, kerusakan dan korbannya akan lebih parah," hematnya.Smentara itu, Direktur Lembaga Pengembangan dan Studi Hak Azasi Manusia (LPSHAM) Palu, Syamsu Alam Agus memandang peristiwa pemboman mobil angkutan umum merupakan modus kekerasan dan teror yang sering terjadi di Poso antara tahun 2002-2004. "Sudah banyak korbannya. Kami mencatat seperti yang terjadi pada 13 November 2004 di depan Pasar sentral Poso. Saat itu, 5 orang tewas dan 3 lainnya luka-luka. Bom itu ditaruh di mobil angkutan umum," beber Alam.Sayangnya, imbuhnya lagi, sampai kini motif dan pelakunya belum berhasil diungkapkan Polisi. (atq/)


Berita Terkait