Hamid: Abu Bakar Ba'asyir Masih Berpeluang Mendapat Remisi
Kamis, 27 Okt 2005 21:26 WIB
Jakarta - Meski ada keberatan dari Australia, terpidana Abu Bakar Ba'asyir masih berpeluang mendapatkan pengurangan masa tahanan (remisi) maksimal dua bulan pada Idul Fitri mendatang. Departemen Hukum dan HAM tengah memproses berkasnya bersama ribuan narapidana lainnya se-Indonesia."Hukum mengatakan narapidana berhak mendapatkan remisi. Tidak ada pengecualian. Tidak ada personifikasi, yang ada status seluruh penghuni yaitu narapidana sebagai subyek untuk dievaluasi dan dinilai," kata Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin kepada wartawan usai acara buka puasa bersama Kepala Negara dengan para pemimpin lembaga negara, departemen, politik dan media massa, malam ini di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2005).Hamid menjelaskan evaluasi pemberian remisi dilaksanakan oleh kepala lembaga permasyarakatan masing-masing berdasar latar belakang narapidana atau anak pidana. Kriterianya adalah aktivitas keseharian narapidana, apakah yang bersangkutan menaati aturan yang berlaku atau tidak."Itu semua ada dalam penilaian catatan harian sipir penjara, bagian keamanan. Lalu direkapitulasi, dirapatkan dan diambil keputusannya oleh Kepala Negara. Menjelang lebaran baru ada hasilnya," imbuhnya.Hamid menambahkan, remisi Idul Fitri nanti masih berdasar aturan lama. Saat ini aturan tersebut tengah dalam proses peninjauan ulang dengan tujuan lebih memberi keadilan pada narapidana. Nantinya keputusan pemberian remisi, grasi dan abolisi memperhatikan juga kualifikasi perbuatan dan tingkat kerugian yang diakibatkan kejahatan narapidana bersangkutan. "Tidak fair dong kalau remisi bandar narkoba disamakan dengan pencopet sandal jepit misalnya. Harus ada kualifikasi berdasarkan perbuatan," jelas mantan anggota KPU ini.Ia membantah keras bahwa peninjauan, akibat desakan dari Australia terkait serangan Bom Bali II. Rancangan aturan baru tersebut sudah dibahas oleh tim jajaran Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan sejak April lalu. "Mudah-mudahan akhir November selesai," sambungnya.
(atq/)











































