Presiden SBY: Tidak Ada Pembelian Pesawat Baru
Kamis, 27 Okt 2005 20:44 WIB
Jakarta - Isu rencana pembelian pesawat kepresidenan makin memanas. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantahnya dan menyebut isu itu mencuat akibat staf Departemen Keuangan yang keseleo lidah."Kalau itu ada kesalahan dalam slip of the tongue barangkali dari staf Depkeu tentang itu. Karena memang tidak pernah ada rencana untuk membeli pesawat," ujar Jubir Presiden Andi Malarangeng.Hal itu ia sampaikan pada wartawan yang mencegatnya usai acara buka puasa bersama Kepala Negara dengan para pemimpin lembaga negara, departemen, politik dan media massa, malam ini di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2005).Malarangeng menegaskan, sejauh ini tidak ada rencana pengadakan pesawat kepresidenan baru. Presiden SBY tetap akan menggunakan pesawat carter untuk mendukung operasionalnya, mengingat pesawat yang ada saat ini sudah cukup tua. "Tapi bukan saat ini atau anggaran tahun depan untuk melakukan pembelian," tandasnya.Terkait peninjauan ulang persentase kenaikan sebesar 57,7 persen, menurut Malarangeng, dia mendapat penjelasan langsung dari Menkeu Jusuf Anwar. SBY minta anggaran itu dihitung kembali. SBY telah mengintruksikan pejabat terkait menjelaskan perubahan kualifikasi anggaran pada masyarakat mengenai kenaikan anggaran tersebut. "Bagaimana terjadi kenaikan dan bahwa ada perbedaan cara hitung dalam penempatan pos anggaran. Seperti anggaran Sesmil dan Seskab yang dulu terpisah, kini disatukan. Carter pesawat dan biaya perjalanan yang semula masuk anggaran lain-lain, sekarang dalam anggaran kepresidenan," imbuhnya.
(atq/)











































