Diduga Flu Burung, Sampel Darah Ayam di Denpasar Diperiksa
Kamis, 27 Okt 2005 18:20 WIB
Denpasar - Dinas Peternakan Provinsi Bali mengambil sampel darah satu ekor ayam menyusul matinya induk betina dan pejantan ayam kampung milik warga Denpasar. Pemeriksaan ini untuk memastikan terjangkit flu burung atau tidak. Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Ida Bagus Raka kepada wartawan di kantornya, jalan Angsoka, Denpasar, Kamis (27/10/2005). "Satu ekor ayam kita ambil darahnya untuk dites di Balai Penyidik Penyakit Veteriner (BPPV). Mudah-mudahan dalam satu minggu sudah ada hasilnya, apakah positif flu burung atau tidak," katanya. Raka mengatakan, pengambilan sampel darah itu terkait matinya dua ekor induk ayam peliharaan milik Santini, warga Jalan Gunung Gede, Padang Sambian, Denpasar, Selasa (25/10/2005). Sementara, delapan ekor anak ayam dinyatakan sehat. Sampel darah tujuh ekor ayam akan diambil, Jumat (28/10/2005). Santini menduga ayamnya mati mendadak karena terjangkit Flu Burung. Raka menyatakan, pihaknya akan mengalami kesulitan menentukan penyakit flu burung tanpa pengujian melalui tes darah. Alasaannya, jika dilihat dari gejala atau kondisi, antara flu burung (H5N1) dan Newcastle Disease (ND) hampir mirip. "Sulit untuk didiagnosa apakah positif Flu Burung atau positif Newcastle Disease karena gejala penyakit tersebut mirip," katanya. Sebelumnya Bali pernah terjangkit flu burung pada peternakan ayam di wilayah Kecamatan penebel, Tabanan, Bali pada Oktober 2003 hingga Februari 2004. Untuk memberantas wabah penyakit tersebut, ribuan ayam dimusnahkan dengan cara dibakar di Penebel.
(asy/)











































