Kapolda: Wilayah Riau Rawan Aksi Teror Bom

Kapolda: Wilayah Riau Rawan Aksi Teror Bom

- detikNews
Kamis, 27 Okt 2005 19:50 WIB
Pekanbaru - Polda Riau menurunkan 1.500 personelnya untuk pengamanan lebaran. Sebagian personel disebar dalam pengamanan arus mudik, sebagian lagi disebar untuk pengamanan teror bom di Pekanbaru. "Pengamanan dalam menyambut hari lebaran ini terus ditingkatkan. Pengamanan soal teror bom pun kita intensifkan. Sebab, Riau ini juga merupakan daerah rawan akan aksi teror bom," kata Kapolda Riau Brigjen Pol S Damanhuri, Kamis (26/10/2005) dalam acara temu pers di Mapolda Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru.Kapolda menjelaskan, aksi teror bom yang terjadi di Bali awal Oktober lalu bukan tidak mungkin bisa terjadi di wilayah tugasnya. Mengingat, selama ini Riau juga pernah menjadi daerah pengendapan para teror bom di tanah air yang memiliki jaringan dengan kelompok Dr Azahari dan Noordin Moh Top."Jadi untuk mengantisipasi masalah itu, kita memang meningkatkan pengamanan sekaligus dalam menghadapi lebaran ini. Kita juga sudah menyebar beberapa foto para tersangka bom Bali II di sejumlah tempat keramaian," tegas Kapolda.Arus MudikTerkait dengan arus mudik, sedikitnya Polda Riau membangun 44 pos pengamanan dari dan keluar Riau. Kapolda menjelaskan, pos-pos pengamanan disebar dari Jalan Lintas Timur (jalintim) menghubungkan Riau, Jambi, lintas Selatan, Riau Sumatera Barat. Selanjutnya, jalan lintas utara menghubungkan Riau ke Sumatera Utara dan Linas Barat menghubungkan ke Sumatera Barat."Pos ini guna memperlancar arus mudik dalam menghadapi lebaran ini. Waktunya kita berikan selama 16 hari. Kendati demikian, waktu itu bisa saja kita perpanjang bila memang masih dibutuhkan," kata Kapolda.Dia memaparkan, bagi warga yang ingin mudik hendaknya bisa memperhatikan sejumlah titik rawan kecelakaan atau rawan tindak kekerasan. Kawasan lintas timur di perbatasan Jambi Riau merupakan titik rawan tindak kekerasan. "Di kawasan ini juga rawan banjir. Karena itu para pemudik maupun para sopir bus bisa berhati-hati," kata kapolda.Untuk lintas Barat, jelas dia, juga rawan longsor saat musim penghujan. Sedangkan jalan lintas utara, selain jalan berlubang juga lebar badan jalan sangat kecil. Kondisi itu bisa menimbulkan kecelakaan lalulintas. Sedangkan untuk jalan lintas selatan rawan kecelakaan karena banyaknya tikungan tajam dan daerah berjurang. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads