Diprotes Adhi Karya, Anies Percaya Lelang Stadion BMW Ikuti Ketentuan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 13 Sep 2019 11:53 WIB
Foto: Antara Foto
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Jakarta Propertindo (JakPro) ikuti ketentuan lelang proyek Jakarta International Stadium (JIS) atau Stadion BMW. Dia tidak khawatir meski PT Adhi Karya melayangkan keberatan karena proyek dimenangkan PT Wijaya Karya (Wika).

"Periksa saja (proses lelang) nanti. Bagi saya, ketentuan diikuti," ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Anies menyebut selalu menekankan kepada bawahannya untuk mengikuti aturan. Sehingga, bisa terhindar dari masalah-masalah terutama masalah hukum.

"Kalau terkait tender itu ada panitianya ada prosedurnya jadi biar direview oleh mereka-mereka yang memang mengelola. Kalau kami prinsipnya taati seluruh prosedur yang ada. Perlindungan terkait bagi pemerintah dan aparatnya ketaatan pada SOP, itulah perlindungannya," kata Anies.

Anies tidak mempermasalahkan Wika maupun Adhi Karya yang menjadi pemenang tender. Bagi Anies, keduanya sama-sama Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Wong yang mau bekerja dua-duanya adalah perusahaan milik negara. Dua-duanya milik negara, jadi kepada siapa pun Pemprov DKI membayarkan itu, dua-duanya masuk kepada negara RI. Yang penting prosedurnya dijalankan dengan baik," ucap Anies.

Diketahui, lelang proyek JIS atau Stadion BMW diikuti dua peserta dari KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PT Pembangunan Perumahan (PP) dan KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya.

Dari Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran Harga Nomor BA.PK-04/VKCM-JIS/VIII/2019 tertanggal 5 Agustus 2019, penawaran harga KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP sebesar Rp 4,08 triliun. Sedangkan KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya menawarkan harga Rp 3,78 triliun. Akhirnya, KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP memenangi lelang proyek Jakarta International Stadium.

Adhi Karya melayangkan surat keberatan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta soal tender JIS. Adhi Karya memprotes karena Pemprov DKI melalui JakPro selaku pemilik proyek memberikan tender kepada Wijaya Karya (Wika).


JakPro berdalih proses tender sudah sesuai prosedur. Mereka memilik Wika dengan pertimbangan kualitas.

"KSO yang dibilang harganya lebih rendah, itu tidak bisa mengangkat skor teknis mereka yang kurang setelah diakumulasi, di proposal teknis perencanaan dia kurang ada item yang tidak terpenuhi, sedangkan kita porsi tekniknya lebih tinggi, teknik itu 70, harga 30, karena kita mau kualitas karena ini bangunan spesifik bangunan khusus dan standar internasional," ucap Direktur Konstruksi JIS JakPro Iwan Taswin saat dihubungi wartawan, Selasa (10/9).




Tonton juga video Gubernur Anies: Pak Habibie Wariskan Kebebasan:

[Gambas:Video 20detik]

(aik/fdu)