detikNews
Jumat 13 September 2019, 07:28 WIB

Round-Up

PB Djarum vs KPAI Selesai di Meja Mediasi

Tim detikcom - detikNews
PB Djarum vs KPAI Selesai di Meja Mediasi Menpora umumkan kesepakatan KPAI dan PB Djarum untuk menutup polemik audisi bulutangkis (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Polemik soal eksploitasi anak di audisi umum bulutangkis diselesaikan di meja mediasi. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum telah punya kesepakatan terbaik.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bertindak selaku mediator dalam penyelesaian polemik ini. Pencarian solusi ikut melibatkan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Kesepakatan ini dibacakan Menpora Imam Nahrawi di Kantor Kemenpora, di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2018). Poin kesepakatannya yakni KPAI sepakat mencabut surat yang meminta PB Djarum menghentikan audisi. Di sisi lain PD Djarum akan melanjutkan audisi pencarian bibit unggul atlet bulutangkis di Tanah Air.


"Djarum Foundation, bahwa PB Djarum sepakat untuk mengubah nama yang semula Audisi Umum PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis, tanpa menggunakan logo, merek, dan brand image Djarum," ujar Imam.

"Untuk KPAI, KPAI sepakat untuk mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian audisi Djarum," sambung dia.

Imam mengatakan Kemenpora, KPAI, dan PBSI sepakat memberi kesempatan kepada PB Djarum untuk melakukan konsolidasi internal guna melanjutkan audisi di tahun 2020. Audisi bulutangkis dilanjutkan sebagai sarana pengembangan bibit atlet. Selain itu, bulutangkis merupakan cabang olahraga penyumbang medali di ajang olahraga internasional, termasuk medali emas Olimpiade.


"Semoga ini mengakhiri polemik, kekhawatiran, mungkin juga kecemasan atlet-atlet muda, orang tua, dan juga masyarakat keseluruhan tentang masa depan bulutangkis Indonesia," ucap Imam.



Terkait kesepakatan ini, Ketua KPAI Susanto mengapresiasi Menpora Imam yang menjembatani KPAI, PB Djarum, dan PBSI untuk rembuk bareng cari solusi atas polemik yang terjadi. Dia berharap polemik ini tak lagi diperpanjang.

Dia mengatakan KPAI tidak 'menarget' PB Djarum. Menurutnya, KPAI memiliki peran dalam mencegah anak-anak terpapar dari bahaya rokok sebagaimana diatur Peraturan Pemerintah ke 109/2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.


"Tentu ini komitmen baik ya. Kedua belah pihak sudah sepakat dan kami harapkan ini kita akhiri polemik baik di media sosial, semua polemik di warung kopi di kelompok-kelompok masyarakat terkait hal ini terutama yang misinformasi adanya polemik ini," kata Susanto.

Diketahui, polemik ini bermula saat KPAI mengkritik audisi bulutangkis yang digelar PB Djarum karena dipandang mengeksploitasi anak. KPAI memandang audisi bulutangkis jadi ruang promosi merek dagang PB Djarum sebagai produsen rokok ternama di Indonesia.

Sorotan KPAI ini lalu mendapati banyak respons. Ada pihak yang membela. Ada pula yang mengkritik KPAI mengingat audisi PB Djarum yang rutin menelurkan atlet bulutangkis berbakat.


Kritik KPAI ini membuat PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum pencarian bakat bulutangkis pada 2020. PB Djarum menyebut ingin mereduksi polemik yang mencuat terkait tuduhan eksploitasi anak-anak dari KPAI. Banyak pihak yang menyayangkan keputusan PB Djarum.
(jbr/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com