"Data kita sampai hari ini sudah ada 1.282 orang mahasiswa yang kembali ke Papua," tutur Rudolf di Polda Papua, Jayapura, kepada wartawan, Kamis (12/9/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari hasil coffee morning kami kemarin, Wakil Rektor USTJ kemudian Rektor Uncen menyampaikan bahwa tidak gampang mahasiswa yang kembali dari tanah Jawa kemudian ingin kuliah di Uncen atau USTJ atau di Unipa, ada prosedur-prosedurnya. Dan ini yang saya pikir mereka menjadi korban dari ajakan yang sebenarnya tidak perlu terjadi," jelas Rudolf.
Saat ini, pihak TNI dan Polri terus berupaya memberikan pemahaman kepada mahasiswa agar kembali ke perantauan dan melanjutkan studi. Pihaknya pun akan menjamin keamanan para mahasiswa selama mereka menempuh pendidikan.
"Sekarang ini TNI-Polri kemudian pemerintah bahu-membahu untuk memberikan pengertian kepada mereka. Supaya mereka kembali lagi ke kampusnya di Jawa ataupun di mana saja karena kami, TNI dan Polri, memberikan rasa aman. Menjamin keamanan mereka di kampus-kampus mereka. Tidak perlu takut," pungkasnya.
Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto mengatakan pemerintah berencana mengembalikan pelajar Papua yang melakukan eksodus untuk kembali ke tempat belajar. Ia mengatakan selanjutnya harus ada upaya menjaga pelajar Papua tetap aman.
Upaya yang dimaksud adalah mengawasi anak-anak Papua yang nantinya sudah kembali ke kota belajarnya. Ia meminta aparat TNI dan Polri menjadikan anak Papua sebagai anak asuh.
"Sudah dirancang nanti anak-anak kita, adik-adik kita yang belajar di kota-kota di seluruh Indonesia itu akan ada, kita anjurkan dari pejabat Kepolisian, TNI, nanti punya anak asuhlah ya istilahnya, ikut mengawasi ikut merawat punya hubungan telepon dengan mereka sehingga anak-anak, adik-adik kita merasa nyaman di mana pun mereka ada," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9). (idn/idn)











































