detikNews
Kamis 12 September 2019, 20:00 WIB

Lima Kali Berturut-turut Raih WTP, Sekjen MPR Ungkap Formulanya

Akfa Nasrulhak - detikNews
Lima Kali Berturut-turut Raih WTP, Sekjen MPR Ungkap Formulanya Foto: MPR
Jakarta - Sekretaris Jenderal MPR Ma'ruf Cahyono kembali meraih penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Penghargaan tersebut merupakan kali kelima yang diraih oleh Ma'ruf.

Predikat WTP merupakan penghargaan yang diberikan kepada lembaga negara, kementerian, pemerintah pusat dan daerah, serta BUMN yang mampu memberikan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akutansi Pemerintah.

"Kita sudah lima kali berturut-turut," ujar Ma'ruf dalam keterangan tertulis, Kamis (12/9/2019).



Saat menerima penghargaan tersebut di Kantor Menteri Keuangan, Lapangan Banteng itu, capaian itu menurut Ma'ruf merupakan bukti bahwa Sekjen MPR mampu mengelola keuangan dengan baik sehingga diapresiasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Diakui Ma'ruf, hal ini merupakan sebuah kebanggaan dan penghargaan sebab capaian itu diterima secara berturut-turut dan tanpa putus.

"Kita mampu mengelola anggaran sesuai standar akuntansi dan lain sebagainya sehingga bisa mempertahankan setiap tahun," ujar pria asal Banyumas, Jawa Tengah, itu.

Ma'ruf mengatakan MPR bisa rutin meraih WTP menurut Ma'ruf Cahyono karena berkat kerja keras dari semua unit kerja. Diakui tak mungkin satu pengelolaan anggaran bisa dilakukan secara tertib dan sesuai aturan-aturan yang ada dan standar akuntansi, kalau tidak ada peran maksimal dari seluruh unit kerja. Hal itu karena pada dasarnya pemanfaatan anggaran itu terkait dengan pemanfaatan unit kerja.

Menurut Ma'ruf, ada beberapa hal yang bisa membuat sebuah lembaga negara meraih WTP. Pertama, kita harus disiplin dalam melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada khususnya di bidang pengelolaan anggaran. Kedua, setiap sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan anggaran bisa melaksanakan tugasnya secara baik sehingga laporan keuangan yang disusun dan direncanakan bisa diselesaikan tepat waktu.

Ketiga, dengan pengelolaan anggaran yang tertib akan berdampak terhadap ketepatan dan kecepatan, pelayanan agar pelanggan, customer, para mitra kerja bisa puas dengan layanan-layanan kita. Tak kalah penting, lanjut Ma'ruf, unsur keterbukaan dalam proses pengelolaan anggaran untuk bisa memberi informasi yang terbuka kepada siapapun pihak yang mempunyai kepentingan.


Raihan WTP diakui mampu memberi motivasi kepada ASN. Capaian-capaian kinerja kegiatan dan anggaran menjadi satu bagian dari reformasi birokrasi. Reformasi birokrasi merupakan suatu keniscayaan kalau kita ingin melakukan proses-proses pelaksanaan birokrasi secara baik.

"Raihan WTP adalah bagian dari yang bisa menyemangati kepada sumber daya manusia dan ASN di lingkungan Sekjen MPR," tuturnya.

Ma'ruf menambahkan, siapapun yang mampu mencapai prestasi pasti dia akan terus bersemangat untuk terus meraih prestasi.

"Alhamdulillah di Sekjen MPR kondisi seperti itu terjadi sehingga kita bisa melaksanakan tugas-tugas secara maksimal," ujarnya.
(akn/prf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com