Klinik Mata di Bogor Ini Jadi Saksi Perjuangan Ainun-Habibie Berantas Kebutaan

Klinik Mata di Bogor Ini Jadi Saksi Perjuangan Ainun-Habibie Berantas Kebutaan

Farhan - detikNews
Kamis, 12 Sep 2019 17:55 WIB
Klinik mata dr Hasri Ainun Habibie di Bogor. (Farhan/detikcom)
Klinik mata dr Hasri Ainun Habibie di Bogor. (Farhan/detikcom)
Bogor - Selain berjasa di bidang riset dan teknologi, Presiden RI ke-3 Bacharudin Jusuf Habibie memiliki kepedulian dalam pemberantasan kebutaan, terutama yang diakibatkan oleh penyakit katarak. Kepedulian ini dibuktikan dengan pembangunan klinik dr Hasri Ainun Habibie.

Klinik mata itu terletak di Jalan Dokter Semeru, Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Klinik tersebut sebelumnya bernama Bank Mata Indonesia, kemudian diganti jadi dr Hasri Ainun Habibie. Kala itu, Ainun menjabat Ketua Bank Mata Indonesia.


Habibie juga menjadi donatur tetap di klinik itu. Habibie juga mendatangkan kawan-kawannya dari Jerman untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan klinik. Karena itu, meninggalnya Habibie meninggalkan duka bagi pihak klinik.

"Kita, bagi tim klinik mata dr Hasri Ainun Habibie ini merupakan kehilangan untuk kedua kalinya, setelah kepergian Bu Ainun Habibie yang sudah berpulang terlebih dahulu," kata Direktur Medis Klinik Mata dr Hasri Ainun Habibie, dr Purnama, Kamis (12/9/2019).



Pembangunan klinik mata itu dimulai sejak 2009 dan diresmikan pada 21 Februari 2010. Ke depan, dia berharap klinik ini menjadi pusat bank mata.

"Dari berbagai pertemuan-pertemuan akhirnya kita sepakat ingin mengeliminasi kebutaan akibat katarak di Tanah Air, salah satunya disini di Bogor. Rencananya ke depan, klinik ini menjadi pusat bank mata di Indonesia," sambungnya.

Klinik Mata di Bogor Ini Jadi Saksi Perjuangan Ainun-Habibie Berantas KebutaanKlinik mata dr Hasri Ainun Habibie di Bogor. (Farhan/detikcom)

Purnama menyebut akan tetap melanjutkan perjuangan Ainun dan Habibie dalam mengeliminasi kebutaan di Tanah Air. Purnama juga ingat dengan pesan Habibie kepadanya.

"Prof Habibie selalu bilang kepada saya, "Dok selalu tebarkan ilmu, selalu mengemis ilmu, selalu kejar, selalu berbagi. Perjuangkan klinik mata, tetap berjuang mengeliminasi kebutaan di Indonesia," kata Purnama.

"Makanya, insyaallah saya akan tetap berjuang sesuai amanah beliau yang diberikan kepada saya di sini," imbuhnya. (idh/idh)