detikNews
Kamis 12 September 2019, 17:04 WIB

Cerita Sukses Rektor Malahayati, Dulu Kasir di Kantin Kini Anggota DPR

Mustiana Lestari - detikNews
Cerita Sukses Rektor Malahayati, Dulu Kasir di Kantin Kini Anggota DPR Foto: Univ Malahayati
Jakarta - Muhammad Kadafi kembali dipercaya menjadi rektor Universitas Malahayati untuk periode 2018-2022. Sebelumnya Kadafi telah menjabat sejak 2010 dan selama itu berbagai prestasi ditorehkan.

Sebelum dirinya menjabat, baru satu prodi yang terakreditasi B dari 15 prodi yang ada di Universitas Malahayati. Dalam tempo tujuh tahun, Kadafi mengubah kondisi kampus hingga 12 prodi sudah terakreditasi B, termasuk di antaranya adalah Fakultas Kedokteran.

Bahkan Universitas Malahayati pun terakreditas B. Universitas Malahayati, meraih akreditasi tertinggi di antara perguruan tinggi swasta di wilayah Kopertis II yang mencakup Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu dan Kepulauan Bangka Belitung.



Di bidang CSR, Kadafi mewajibkan setiap karyawan menjadi orang tua asuh. Maka berkembanglah pembinaan anak yatim dari Universitas Malahayati lebih dari 9000 orang di Sembilan provinsi.

Di balik suksesnya Kadafi yang juga anggota DPR-RI periode 2019-2024 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, ada kisah inspiratif yang bisa dipetik. Ketua Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Lampung ini menimba ilmu pertamanya di pesantren Abulyatama dan Babun Najah.

Saat SMA, Kadafi menimba ilmu di perantauan di Bandar Lampung. Kadafi juga mulai masuk ke dunia usaha dengan kerja dengan menjadi kasir di sebuah kantin kecil di kampus.

Dari tangannya, kantin ini sampai mampu membuka usaha catering dan memenuhi segala kebutuhan mahasiswa, dan para penghuni kampus. Selesai SMA, Kadafi melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Lampung. Ia meraih gelar Sarjana Hukum di Fakultas Hukum Universitas Lampung, Bandar Lampung, pada 2006, sebagai lulusan terbaik. Ia juga menjalankan fungsinya sebagai Direktur PT Pertamina Bintang Amin dan Wakil Direktur Keuangan Rumah Sakit Bintang Amin Husada, Bandar Lampung, Lampung.


Di dunia usaha, ia juga aktif dalam organisasi. Ia dipercaya Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Lampung. Saat masih menjabat Ketua Umum HIPMI Lampug, Kadafi dipercayakan menjadi Ketua Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Lampung. Ia menjadi Ketua Kadin termuda di Indonesia.

Sejak 2007, Kadafi mulai menjadi dosen di Universitas Malahayati. Di samping itu, ia mulai dipercaya mengelola pembangunan Universitas Malahayati. Bahkan ia dipercaya menjadi Ketua Pengurus Yayasan.

Sembari mengajar ia terus melanjutkan studinya, kemudian memperoleh gelar Magister Hukum di Program Pascasarjana Universitas Lampung, Bandar Lampung, pada 2009.

Kadafi lalu melanjutkan kuliah Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro dan meraih gelar doktor pada 2015. Ia berhasil mempertahankan disertasinya pada ujian promosi doktor di Kampus Undip, pada 27 Februari 2015. Hingga kemudian pada 2011, Kadafi diangkat menjadi Rektor Universitas Malahayati.

Di sisi lain, ia juga tekun pada hobinya sebagai penggemar burung kicau. Sampai-sampai, ia membeli sebidang tanah di samping rumahnya di kompleks kampus Universitas Malahayati, untuk penangkaran burung.

Berbagai jenis hewan berkicau ada di sana. Misalnya ada berbagai jenis jalak, murai, love bird, dan berbagai jenis burung lainnya. Ada pula jenis unggas yang hampir punah seperti jalak bali.

"Kita komunitas pencinta burung kicau juga berupaya melestarikan burung-burung kicau dengan membuat penangkaran dan menjaga kesinambungan kehidupannya," kata Kadafi dalam keterangan tertulis, Kamis (12/9/2019).

Burung kicau dari penangkaran Kadafi memang menyabet sejumlah penghargaan dengan hadiah ratusan juta rupiah. Di dekat penangkaran, berjejer berbagai piala yang diperoleh dari kicau burungnya yang menawan. Di antaranya ada Piala Hamengku Buwono IX, Piala Gubernur DKI Jakarta, Piala Gubernur Jawa Barat.

Dia pun didapuk menjadi orang nomor satu organisasi pecinta burung kicau Indonesia, yaitu Ketua Umum Organisasi Pecinta Burung Kicau BnR Indonesia. Sampai pada puncaknya, Kadafi mengajak kicau mania untuk berlomba di Istana Negara.

Kadafi telah dipercaya menggelar Presiden Cup sejak yang pertama kalinya di masa Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono hingga kini di masa Presiden RI Joko Widodo. Kali ini tajuk perlombaan ini bertajuk Jokowi Cup. Kadafi menggelar festival dan pameran Burung Berkicau Piala Presiden Jokowi di Kebun Raya Bogor pada 11 Maret 2018.

Selain itu, saat ini, Kadafi adalah anggota Dewan Pakar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, dan Ketua Departemen Kelembagaan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (NU) Pusat.




Tonton juga video Capim Johanis Tanak 'Sangat Setuju' Dewan Pengawas KPK:

[Gambas:Video 20detik]


(akn/prf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com