Bersepakat dengan PB Djarum, KPAI Harap Polemik Medsos-Warung Kopi Selesai

Rahel Narda Caterine - detikNews
Kamis, 12 Sep 2019 15:48 WIB
Ketua KPAI, Susanto (20detik)
Jakarta - Polemik antara Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan PB Djarum soal audisi umum bulutangkis sudah selesai setelah kedua pihak menemukan kesepakatan. KPAI berharap polemik ini tak lagi diperpanjang di media sosial hingga warung kopi.

"Tentu ini komitmen baik ya. Kedua belah pihak sudah sepakat dan kami harapkan ini kita akhiri polemik baik di media sosial, semua polemik di warung kopi di kelompok-kelompok masyarakat terkait hal ini terutama yang misinformasi adanya polemik ini," kata Ketua KPAI Susanto di Kantor Kemenpora, di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, Kamis (12/9/2018).

Susanto sendiri mengapresiasi Menpora Imam Nahrawi yang menjembatani KPAI, PB Djarum, dan PBSI untuk rembuk bareng cari solusi atas polemik yang terjadi.


Dia tidak ingin publik berpikiran dalam polemik ini, KPAI sengaja menyoroti Djarum. Dia mengatakan KPAI memiliki peran dalam mencegah anak-anak terpapar dari bahaya rokok.

"Prinsipnya begini, kami juga menyampaikan kepada publik agar kemudian terbangun framing seolah-olah KPAI, apa, head to head dengann Djarum. Ini kami harapkan publik juga menyadari," tuturnya.

"Ini sebenarnya ada atau tidak adanya KPAI, Peraturan Pemerintah ke 109/2012 (tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan) itu tetap berjalan dan mengikat. Jadi sekali lagi. Jangan di-framing kalau KPAI head to head dengan Djarum," sambungnya.




Hari ini, KPAI dan PB Djarum punya kesepakatan bersama untuk menutup polemik audisi umum bulutangkis yang diduga jadi ruang eksploitasi anak-anak. Kesepakatan ini diumumkan Menpora Imam Nahrawi.

"Djarum Foundation, bahwa PB Djarum sepakat untuk mengubah nama yang semula Audisi Umum PB Djarum 2019 menjadi Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis, tana menggunakan logo, merek, dan brand image Djarum," ujar Imam di Kantor Kemenpora, di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta Pusat, Kamis (12/9).

"Untuk KPAI, KPAI sepakat untuk mencabut surat KPAI tanggal 29 Juli 2019 tentang permintaan pemberhentian audisi Djarum," sambung dia.


Imam mengatakan Kemenpora, KPAI, dan PBSI sepakat memberi kesempatan kepada PB Djarum untuk konsolidasi internal guna melanjutkan audisi tahun 2020. Audisi bulutangkis dilanjutkan karena pengembangan bibit atlet masih diperlukan. Selain itu, bulutangkis merupakan cabang olahraga penyumbang medali di ajang olahraga internasional, termasuk Olimpiade.

Diberitakan sebelumnya, KPAI mengkritik audisi bulutangkis yang digelar PB Djarum karena dipandang mengeksploitasi anak lewat audisi bulutangkis demi promosi merek dagangnya bahwa PB Djarum adalah salah satu produsen rokok ternama di Indonesia.

Kritik KPAI ini membuat PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum pencarian bakat bulutangkis pada 2020. PB Djarum menyebut ingin mereduksi polemik yang mencuat terkait tuduhan eksploitasi anak-anak dari KPAI. Banyak pihak yang menyayangkan keputusan PB Djarum. (jbr/fjp)