ICMI: Kok Sampai Hati SBY Setuju Kenaikan Anggaran Presiden
Kamis, 27 Okt 2005 16:41 WIB
Jakarta -
Prihatin dengan sulitnya kehidupan masyarakat usai kenaikan harga BBM awal Oktober lalu, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) meminta Presiden SBY meningkatkan sense of crisis-nya terhadap rencana kenaikan dana kepresidenan sebesar Rp 1,147 triliun."Kok sampai hatinya menyetujui penerimaan seperti itu," kata Ketua Umum ICMI Muslimin Nasution usai bertemu Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (27/10/2005). Sekarang ini, kata dia, bukan saatnya Presiden melakukan hal itu. "Presiden mbok ambek paramerta, yang mana diprioritaskan itulah yang diprioritaskan. Jadi mungkin sense of crisis-nya harus ditingkatkan," tegas Muslimin.Menurut Muslimin, saat ini kenaikan anggaran kepresidenan yang mencapai 57 persen dinilai kurang tepat, karena semua orang kini mengencangkan ikat pinggang. Namun lembaga kepresidenan malah sebaliknya membengkakkan anggaran.Untuk itu, ICMI sudah meminta waktu khusus kepada SBY untuk mendengarkan imbauan ICMI atas kenaikan anggaran kepresidenan itu.Sementara Sekretaris Umum ICMI Setyanto P Santoso mengatakan, bila kenaikan anggaran lembaga kepresidenan disetujui maka akan memberatkan beban APBN yang semakin gemuk. Dan yang ditakutkan, kondisi itu akan berpengaruh terhadap kenaikan harga BBM.Menyinggung ajaran Mahdi yang ditentang berbagai pihak, ICMI mendukung pernyataan MUI yang mengatakan ajaran itu sesat. Namun, ICMI menyerahlan sepenuhnya penyelesaian ajaran tersebut kepada pihak-pihak yang berwenang dengan tidak melakukan kekerasan.
(umi/)










































