Rekan Kerja Sespri Trimedya Bungkam Soal Amphetamin di Urine
Kamis, 27 Okt 2005 15:57 WIB
Jakarta - Ketika ditemukan, jasad sekretaris pribadi anggota FPDIP Trimedya Panjaitan, Yuningsih atau Nungky, sangat mengenaskan. Hasil otopsi menunjukkan urine korban mengandung amphetamin. Sayang, rekan Nungky bungkam mengenai hal ini.Cukup sulit mengorek keterangan dari rekan-rekan kerja Nungky saat detikcom menemui mereka di ruang kerja Trimedya, lantai 5 Gedung Nusantara I No. 14 atau ruang 514, Gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (27/10/2005).Setelah didesak, salah seorang sespri anggota FDIP yang ruang kerjanya dekat dengan ruangan Trimedya, akhirnya bersedia dimintai keterangan. Sespri yang tidak ingin disebutkan namanya itu, baru mengetahui berita tewasnya Nungky melalui media massa.Bagaimana sifat Nungky? Sebab, hasil otopsi menunjukkan urine korban mengandung zat psikotropika? "Wah saya tidak mau berkomentar. Sudahlah mas, kita lupakan saja yang sudah-sudah. Sekarang kita tatap yang baru, yang sudah meninggal ya sudah," kilah dia yang mengaku akrab dengan Nungky.Dia mengaku tidak merasakan ada hal gejala atau perilaku yang aneh dari Nungky, sebelum lajang berusia 35 tahun itu tewas dibunuh. "Dia nggak pernah curhat, ya itu masalah masing-masinglah," ujar si sespri.Seperti diberitakan, Kanit Reskrim Polsek Tanahabang Iptu Asep Suparman menyebutkan, jenis amphetamin yang terkandung dalam urine korban, biasanya terdapat dalam ekstasi. Tapi juga bisa berada pada obat batuk dan ibat diet. Namun apakah zat psikotropika itu berasal dari narkotika atau obat-obatan biasa, hingga kini belum diketahui.
(ism/)











































